Penyaluran Bantuan Pangan Jelang Pilkada Ditiadakan, Legislator: Mewaspadai Bantuan Diselewengkan

photo author
- Jumat, 22 November 2024 | 19:08 WIB
Tim Komisi IV DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunsfik) ke Gudang Bulog, di Desa Ngabean, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (dpr.go.id)
Tim Komisi IV DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunsfik) ke Gudang Bulog, di Desa Ngabean, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (dpr.go.id)


MOCOSIK.COM - Tim Komisi IV DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunsfik) ke Gudang Bulog, di Desa Ngabean, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Dalam Kunsfik itu, hadir beberapa perwakilan dari mitra Komisi IV, yaitu Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman menyampaikan, berdasarkan hasil paparan dalam pertemuan tersebut, Bulog dan Bapanas berkomitmen untuk tidak melakukan distribusi bantuan pangan selama November 2024, khususnya menjelang Pilkada serentak di 27 November 2024 mendatang.

Selain itu, pihaknya juga mendorong agar distribusi bantuan pangan itu dilakukan pada Desember 2024 mendatang.

"Dari paparan kita juga melihat, bahwa Bulog dan Badan Pangan tidak akan mendistribusikan bantuan pangan dari pemerintah untuk masyarakat di bulan November,"terangnya, usai pertemuan di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (21/11/2024). 

Baca Juga: Polri Tangkap Tersangka DPO Kasus Judi Online W88 di Filipina

Alex Indra Lukman menjelaskan, dalam persoalan ini, Komisi IV berkomitmen untuk mewaspadai bahwa semua bantuan itu bisa saja diselewengkan oleh pihak tertentu, dalam rangka mempengaruhi proses Pilkada dalam melahirkan pilihan yang Jurdil dan Luber.

"Maka dari itu, Pilkada sudah ditetapkan 27 November, itu sekitar 3 hari adalah 1 Desember. Setelah itu, silakan didistribusikan,"ucapnya.

Menurutnya, selain soal penyaluran bantuan pangan, Komisi IV juga meninjau gudang Bulog dalam rangka memantau ketersediaan dan kecukupan cadangan beras. Termasuk juga mendiskusikan bagaimana Bulog harus menyerap gabah, atau hasil panen dari para petani.

Sebab, diperkirakan nanti musim panen akan berlangsung di bulan Januari atau Februari dan saat itu juga dalam kondisi musim hujan.

"Salah satu hasil diskusi itu, bahwa pemerintah dalam hal ini Bulog harus menyiapkan pengering, agar para petani bisa menjual harga gabahnya dengan pantas dan tinggi,"pungkas Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rudiyanto Mocosik

Sumber: dpr.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X