KOTA MALANG, MOCOSIK.COM – Satreskrim Polresta Malang Kota, berhasil mengamankan satu Pelaku dari lima anggota komplotan spesialis pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), yang biasa beroperasi secara mobile di berbagai wilayah, termasuk Surabaya dan Malang Raya.
Pelaku yang diketahui berinisial SB (31), kelahiran Ternate dan berdomisili di Kelakahrejo, Kecamatan Tandes, Surabaya, itu ditangkap saat beraksi di Kota Malang.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono SH, SIK, MSi melalui Kasatreskrim Kompol M Sholeh menjelaskan, bahwa tersangka SB bersama komplotannya memiliki peran yang terorganisir.
Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Prabowo Presiden Pertama yang Lihat Tutup Buku APBN: Itu Luar Biasa
"Mereka berbagi tugas, mulai dari mencari sasaran, membaca situasi, hingga mengeksekusi target dan komplotan ini berkomunikasi menggunakan HT (handy talkie) untuk memudahkan koordinasi di lapangan,"terangnya, Kamis, (02/01/2024).
Menurutnya, kejadian pencurian ini bermula pada Rabu (01/01/2025), sekitar pukul 04.30 WIB di Jl Mertojoyo, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.
"Korban adalah Tiara, baru saja tiba di kosnya dan melihat dua orang tak dikenal berusaha membawa kabur sepeda motornya. Setelah ditegur, para Pelaku melarikan diri dengan membawa kendaraan korban,"jelas Kompol M Sholeh.
Kompol M Sholeh mengatakan, aksi SB tidak berjalan mulus karena korban langsung berteriak minta tolong yang akhirnya menarik perhatian warga.
Selanjutnya, anggota Opsnal Satreskrim Polresta Malang Kota dan Reskrim Polsek Lowokwaru yang menerima laporan dari masyarakat terkait aksi curanmor ini, langsung menuju TKP dan melakukan pengejaran bersama warga hingga berhasil menangkap SB di Jl Mertojoyo Selatan sekitar pukul 05.00 WIB.
Setelah dikejar, SB berhasil diamankan bersama barang bukti berupa sepeda motor hasil kejahatan, kunci T dan kendaraan Vespa yang digunakan untuk melancarkan aksinya.
"Empat anggota komplotannya berhasil melarikan diri dan saat ini dalam pengejaran,"tambahnya.
Saat pemeriksaan, lanjut Kasatreskrim, SB mengaku baru pertama kali beraksi di Kota Malang. Berdasarkan hasil pengembangan, komplotan ini diketahui telah beroperasi di berbagai wilayah Malang Raya dan Surabaya.
"Modus yang digunakan adalah mencari kendaraan di lokasi parkir yang minim pengawasan, seperti area tanpa juru parkir,"ungkapnya.
Artikel Terkait
Prabowo Minta Kementerian Hemat Anggaran, Sorot Prioritas untuk Anak-anak dan Guru
Prabowo Sebut Kelapa Sawit RI Strategis: Banyak Negara Takut Tak Dapat
Prabowo Optimistis dengan Perekonomian RI: Banyak yang Tak Yakin, Kita Buktikan
Menteri Bappenas: Program Makan Bergizi Gratis akan Dorong Permintaan Baru Hasil Tani Lokal
Tolak Kenaikan PPN 12 Persen, Ratusan Mahasiswa Demo di Kantor DPRD Jombang