Selain kaitannya dengan setan, kucing juga terkait erat dengan penyihir di Eropa abad pertengahan. Menurut Cerridwen Fallingstar, penulis Broth from the Cauldron: A Wisdom Journey through Everyday Magic, penyihir adalah praktisi pagan pra-Kristen di Eropa.
Gereja Kristen di Eropa pada mulanya hidup berdampingan dengan para penyihir. Namun ketika gereja semakin menyebar dan berkuasa, penyihir dipandang sebagai pesaing untuk menarik masyarakat.
Dalam sejarah manusia, penyihir menghormati alam, sangat menghormati tumbuhan dan hewan. Kasih sayang antara manusia dan hewan mulai dilihat sebagai hal yang jahat di masa itu. Bahkan, wanita tua yang memiliki kucing pun dipandang sebagai penyihir.
Karena alasan itu, kucing dan penyihir dianggap sebagai ancaman. Kucing, seperti penyihir, cenderung menunjukkan rasa tidak hormat terhadap otoritas. Tidak seperti anjing yang ramah terhadap manusia, kemandirian kucing justru dipandang secara negatif.
Hubungan antara penyihir dan kucing hitam, khususnya, mungkin hanya khayalan. Namun ada kemungkinan bahwa kucing hitam bisa menjadi pemburu tikus yang lebih baik. Karena mereka tidak dapat terlihat di malam hari sehingga memiliki keuntungan dalam berburu.
Akhirnya, ketakutan terhadap kucing hitam dan hubungannya dengan ilmu sihir menyebar ke seluruh Atlantik.
Baca Juga: Kenali 10 Penyebab Jerawat Punggung Dan Pencegahan Timbulnya Jerawat Punggung
Gagasan bahwa penyihir bisa berubah menjadi makhluk gaib pun berubah. Akhirnya, seseorang yang memelihara kucing dianggap sebagai penyihir.
• Mitos bahwa orang akan mengalami nasib buruk jika kucing hitam melintas di depannya
Di Eropa abad pertengahan, orang percaya bahwa setan dan penyihir bisa berubah menjadi kucing hitam.
Orang menganggap bahwa kucing hitam yang berjalan di depannya itu mungkin sedang menjalankan misi dari penyihir. Sederhananya, bisa jadi kucing hitam itu adalah iblis yang menyamar dan tidak ada seorang pun yang mau berpapasan dengan iblis.
Hal ini menjelaskan mengapa kucing hitam yang melintasi jalan Anda dianggap pertanda buruk dalam sejarah manusia.
Gagasan ini berlanjut hingga zaman Renaisans, menurut Fallingstar. Ketika seekor kucing hitam melintasi jalan Anda mungkin mengindikasikan bahwa seorang penyihir telah mengirim makhluk gaibnya untuk menyakiti Anda.
Banyak petani yang ketakutan pada masa itu dan mungkin bergegas ke gereja terdekat. Mereka membayar pendeta untuk memberkati dan membebaskannya dari segala kutukan yang mungkin ditimbulkan oleh kucing tersebut. Karena ini adalah sumber pendapatan bagi gereja, ketakutan seperti itu mungkin saja beralasan.
Namun gagasan bahwa kucing hitam membawa nasib buruk tidaklah universal. Faktanya, beberapa budaya percaya bahwa kucing hitam membawa keberuntungan.***
Artikel Terkait
Cegah Penyakit Degeneratif tidak Menular, Tim Medis Rehabilitasi RSUD Jombang Ajak Pasien Lansia Ikuti Latihan Menari Remik
Pengertian Ejakulasi Dini, Gejala dan 6 Faktor Resikonya! Selengkapnya Baca Disini
Mengintip Keindahan dan Keajaiban Alam Danau Toba yang Terkesan Menakjubkan
Menikmati Kuliner Khas Jombang yang Begitu Menggoda dan Bisa Anda Jadikan Referensi
Keunikan Konsep Jawa dengan Fasilitas Modern dan Instagramable di Wisata Dalem Simbah Wonosalam