Meriah! Boyong Natapraja 2025 dan Sedekah Bumi Nganjuk Warnai Kota dengan Kirab Budaya

photo author
Jagad Hanugrah, Mocosik
- Jumat, 13 Juni 2025 | 18:00 WIB
Kabupaten Nganjuk kembali menggelar tradisi akbar Boyong Natapraja dan Sedekah Bumi yang sarat nilai sejarah dan budaya (nganjukkab.go.id)
Kabupaten Nganjuk kembali menggelar tradisi akbar Boyong Natapraja dan Sedekah Bumi yang sarat nilai sejarah dan budaya (nganjukkab.go.id)

 

NGANJUK, MOCOSIK.COM – Kabupaten Nganjuk kembali menggelar tradisi akbar Boyong Natapraja dan Sedekah Bumi yang sarat nilai sejarah dan budaya.

Perayaan tahun 2025 ini mengusung tema "Bersinergi Membangun Negeri", yang mencerminkan semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Nganjuk yang lebih baik.

Kegiatan yang biasa digelar setiap tanggal 6 Juni ini tahun ini digeser pelaksanaannya ke Kamis, 12 Juni 2025, karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

Acara tersebut dimulai dengan Kirab Budaya dari Alun-Alun Berbek, menempuh rute hingga ke Pendopo K.R.T Sosro Koesoemo, pusat pemerintahan Kabupaten Nganjuk.

Kirab diawali dengan prosesi sakral yang dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, didampingi Forkopimda, Kepala OPD, Camat, serta tokoh masyarakat. 

Baca Juga: Rayakan Idul Adha, Perhutani Jombang Sembelih Hewan Kurban di Desa Sumbermiri Nganjuk

Dari pantauan dilokasi, mereka menaiki delman hias, melambangkan penghormatan terhadap sejarah dan pelestarian budaya lokal.

Sesampainya di Stadion Anjuk Ladang, kirab dilanjutkan dengan berjalan kaki oleh seluruh jajaran perangkat daerah. Mereka mengenakan busana adat Jawa dan membawa berbagai hasil bumi sebagai simbol rasa syukur dan kesejahteraan.

Masyarakat turut memeriahkan acara di sepanjang rute. Tawa ceria dan antusiasme mereka memperkuat nilai kebersamaan dan cinta terhadap warisan leluhur.

Dalam sambutannya, Bupati Nganjuk Marhaen menjelaskan, bahwa peringatan Boyong Natapraja merupakan pengingat atas sejarah perpindahan pusat pemerintahan dari Kabupaten Berbek ke Kabupaten Nganjuk pada 6 Juni 1880.

"Dulu ada enam kabupaten digabung, dan pusatnya berada di Berbek. Pada 6 Juni 1880, pusat pemerintahan dipindah ke Nganjuk. Maka, setiap tanggal 6 Juni diperingati sebagai Boyong Natapraja,"terangnya.

Kang Marhaen menegaskan, bahwa acara ini tidak hanya bersifat seremoni, tetapi juga menyampaikan pesan penting mengenai nilai sejarah, sinergi antar elemen, serta penguatan identitas budaya lokal.

Sementara itu, Kepala Disporabudpar Nganjuk, Sri Handariningsih menyebut, bahwa penetapan hari Boyong Pemerintahan ini berdasarkan SK Bupati Nganjuk Nomor 188/200/411.3013/2022.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jagad Hanugrah

Sumber: Nganjukkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X