MOCOSIK.COM - Presiden RI Prabowo Subianto secara khusus menegaskan pentingnya semangat Bandung dalam pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Prabowo menekankan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia dan penghormatan terhadap hukum internasional dalam forum tersebut.
“Tadi Bapak Presiden menyampaikan komitmen Indonesia untuk mendukung perdamaian dunia melalui multilateralism dan juga menghormati hukum internasional,” ujar Airlangga.
Airlangga juga menyebut Presiden Prabowo secara tegas menolak perang dan penggunaan standar ganda.
Baca Juga: Produksi Jagung Indonesia Berhasil Naik Hampir 50%, Prabowo: Hasil Keringat dan Hati yang Bersih
“Bapak Presiden juga menegaskan menolak perang dan juga penggunaan standar ganda,” katanya.
Selain itu, Airlangga menyampaikan bahwa Prabowo mengingatkan pentingnya Bandung spirit atau semangat Bandung agar dapat terus menjadi pegangan dalam forum BRICS.
"Dan juga Bapak Presiden menegaskan hubungan terhadap Palestina dan secara khusus untuk mengingatkan Bandung spirit agar bisa dibawa dalam forum dilanjutkan dalam forum BRICS tersebut,"ungkap Airlangga.
Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, menambahkan bahwa semangat Bandung juga disambut oleh negara tuan rumah.
"Ini pertama kali Indonesia hadir sebagai anggota penuh dan negara-negara menyambut dengan hangat kehadiran Indonesia. Bahkan sebelum Bapak Presiden bicara mengenai Bandung spirit, Ketua, tadi ini Brazil menyampaikan mengenai dasasila Bandung,"jelas Arrmanatha.
Arrmanatha mengatakan bahwa Brasil berharap BRICS dapat menghidupkan kembali semangat Bandung untuk memajukan negara berkembang.***
Artikel Terkait
Hari Lahir Pancasila, Prabowo Ingatkan Pejabat Jangan Anggap Negara Ini Bisa Ditipu
Momen Akrab Prabowo dan Megawati Sebelum Upacara Hari Lahir Pancasila
Prabowo di Hari Lahir Pancasila: Setia pada NKRI adalah Jaga Kepercayaan dan Jangan Curi Uang Rakyat
Presiden Prabowo Instruksikan Penyaluran Bansos Gunakan Data Tunggal DTSEN
Tantangan Ekonomi Tak Goyahkan Dukungan: Rapor Awal Prabowo–Gibran Tetap Biru