Sadarestuwati Sebut Telkomsel Kejam, Lenyapkan Sisa Kuota Pengguna

photo author
- Rabu, 9 Juli 2025 | 06:00 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI, Sadarestuwati (Facebook)
Anggota Komisi VI DPR RI, Sadarestuwati (Facebook)

 

JAKARTA, MOCOSIK.COM - Anggota Komisi VI DPR RI, Sadarestuwati melontarkan kritik tajam kepada Telkomsel dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Ia menyebut, jika praktik penghangusan sisa kuota internet pelanggan sebagai tindakan yang“kejam”.

"Telkomsel ini kejam. Kuota masyarakat masih ada, tapi begitu masa aktif habis, langsung hangus. Ini sangat merugikan rakyat,"tegas Sadarestuwati di hadapan pimpinan Telkom, dikutip pada Sabtu, (5/7/2025).

Baca Juga: Trump Naikkan Tarif 32 Persen untuk Indonesia Mulai 1 Agustus 2025, Ekonomi RI Terancam Rugi Triliunan

Politisi asal Fraksi PDI Perjuangan tersebut menilai, bahwa kebijakan itu tidak adil bagi konsumen, khususnya masyarakat di daerah yang tidak bisa selalu mengakses jaringan secara optimal.

Dalam hal ini, ia meminta Telkom dan anak usahanya lebih berpihak pada kepentingan publik.

"Harusnya ada opsi akumulasi atau pemindahan kuota. Jangan hanya berlindung di balik aturan teknis atau bisnis. Rakyat butuh layanan yang adil,"lanjut Sadarestuwati.

Sadarestuwati juga meminta Dirut Telkom Indonesia, untuk mengevaluasi total sistem layanan kuota Telkomsel agar lebih transparan dan tidak merugikan pelanggan yang masih memiliki sisa kuota di akhir masa aktif paket.

"Saya minta Telkom sebagai induk perusahaan melakukan evaluasi terhadap kebijakan ini. Jangan hanya mengedepankan kepentingan bisnis, tapi abaikan keadilan bagi konsumen. Ini perusahaan BUMN, harus punya keberpihakan pada rakyat,"ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat beli kuota dengan uang mereka sendiri, tapi hak mereka hilang begitu saja hanya karena waktu.

"Kenapa tidak ada akumulasi atau konversi sisa kuota ke paket berikutnya? Ini yang saya bilang tidak adil,"ujar Sadarestuwati.

Ia menyebut, masyarakat di daerah, terutama yang jaringan internetnya belum stabil, kadang tidak bisa memakai kuota secara maksimal.

"Belum sempat dipakai habis, kuotanya sudah dihapus,"pungkas Sadarestuwati.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rudiyanto Mocosik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X