Zaki, salah satu pengurus Poktan, menyoroti potensi besar dari limbah ternak dan limbah tahu untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
"Selama ini limbah ternak hanya dimanfaatkan ala kadarnya. Ke depan kami ingin mengolahnya lebih serius, terutama dengan dukungan teknologi dan pembinaan dari Bank Indonesia,"katanya.
Baca Juga: Dinas Pertanian Jombang Tancap Gas Wujudkan Swasembada Pangan Nasional
Paguyuban pengrajin tahu di Mayangan, juga tengah berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Jombang untuk membangun IPAL dan memanfaatkan limbah cair tahu menjadi pupuk cair ramah lingkungan.
Untuk klaster perkebunan, Koperasi Produsen Kopi Wonosalam membawa nama Jombang melalui komoditas kopi ekselsa yang sudah dikenal luas. Koperasi ini terus aktif dalam pengolahan dan pemasaran, serta menjadi garda depan dalam menjaga mutu kopi khas Wonosalam.
Ketiga klaster akan menjalani pembinaan intensif oleh Bank Indonesia, mulai dari praktik budidaya ramah lingkungan, penguatan kelembagaan, hingga diversifikasi produk agribisnis.
Moch. Rony menegaskan, bahwa program SAKA JATIM 2025 sejalan dengan visi besar Pemkab Jombang melalui Asta Cita, khususnya dalam peningkatan produktivitas, hilirisasi produk pertanian, inovasi teknologi, dan SDM petani.
"Kami siap support penuh. Ini adalah semangat kerja Abah Bupati: kolaborasi bersama mewujudkan Jombang Maju dan Sejahtera,"pungkasnya.***
Artikel Terkait
Prabowo Sambut Baik Investasi Vietnam di Sektor Pertanian hingga Ekonomi Hijau
Dinas Pertanian Jombang Sukseskan Panen Raya Serentak Bersama 14 Provinsi di Desa Plosogeneng
Prabowo Ajak Singapura Lebih Banyak Investasi di Sektor Kesehatan dan Pertanian Modern
Prabowo dan Putin Bertemu, Buka Peluang Kerja Sama di Sektor Pertanian hingga Luar Angkasa
Pertanian di Jombang Tembus 68 Persen Target Tanam, Bupati Warsubi Temui Wamentan