Aan menilai, persoalan ini tidak akan berlarut jika Dinas Perdagangan bersikap tegas dan adil.
"Adil artinya, pengelolaan dibagi sesuai dengan porsi dan kapasitas. Spekal bisa fokus mengatur pedagang PKL, sementara urusan parkir dan MCK bisa dikelola pemuda Jombatan. Selama masih ada ego dan keserakahan, apalagi penyekatan-penyekatan wilayah parkir, masalah ini tidak akan selesai,"tambahnya.
Selain itu, Aan juga mempertanyakan sikap Dinas Perdagangan yang terkesan ragu dalam mengambil keputusan soal pembagian pengelolaan.
"Pertanyaannya, kenapa dinas seolah-olah takut mengambil keputusan tegas untuk pembagian kewenangan di kawasan Jombang Kuliner?,"ungkapnya.***
Artikel Terkait
Parkir Jombang Kuliner Jadi Sorotan, Karang Taruna Desak Disdagrin Libatkan Pemuda Lokal
Parkir Jombang Kuliner Jadi Sorotan, Karang Taruna Desak Disdagrin Libatkan Pemuda Lokal
DPRD Jombang Bahas Polemik Parkir Jombang Kuliner, Warga Jombatan Tuntut Keadilan
Tiga Klaster Pertanian Jombang Lolos Program SAKA JATIM 2025 Bank Indonesia
Perhutani KPH Jombang Gelar Rutinan Jumat Legi, Yasinan dan Doa Bersama