Presiden Prabowo Tegaskan Kebebasan Berpendapat, Instruksikan Aparat Bertindak Tegas Aksi Anarkis

photo author
Jagad Hanugrah, Mocosik
- Minggu, 31 Agustus 2025 | 17:23 WIB
Presiden Prabowo dalam pernyataan resmi menyikapi perkembangan situasi nasional (facebook.com@prabowosubianto)
Presiden Prabowo dalam pernyataan resmi menyikapi perkembangan situasi nasional (facebook.com@prabowosubianto)

 

JAKARTA, MOCOSIK.COM - Presiden RI, Prabowo Subianto menegaskan bahwa negara menghormati kebebasan penyampaian pendapat masyarakat selama dilakukan secara damai.

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo dalam pernyataan resmi menyikapi perkembangan situasi nasional, Minggu (31/8/2025).

"Negara menghormati kebebasan berpendapat, sebagaimana diatur dalam International Covenant on Civil and Political Rights Pasal 19 dan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998,"terangnya.

Prabowo juga menegaskan, Polri telah memeriksa dengan cepat dan terbuka petugas yang diduga melakukan kesalahan.

Baca Juga: DPP PAN Resmi Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari DPR RI

Sementara pimpinan DPR RI disebut telah menyepakati pencabutan beberapa kebijakan, termasuk besaran tunjangan dan moratorium kunjungan kerja ke luar negeri.

Di sisi lain, sejumlah Ketua Umum partai politik juga dikabarkan telah mengambil langkah tegas terhadap anggota DPR yang menyampaikan pernyataan keliru, terhitung mulai 1 September 2025.

Meski menjamin kebebasan berpendapat, Presiden mengingatkan bahwa aksi anarkis, perusakan fasilitas umum, dan penjarahan merupakan pelanggaran hukum.

"Kepada Polri dan TNI, saya perintahkan untuk mengambil tindakan setegas-tegasnya sesuai hukum yang berlaku,"tegasnya.

Presiden Prabowo juga meminta DPR, kementerian, dan lembaga untuk membuka ruang dialog dengan mahasiswa dan tokoh masyarakat, guna menerima masukan dan koreksi.

Kepada masyarakat, Presiden berpesan agar tetap menyampaikan aspirasi secara damai.

"Kami pastikan akan didengar, dicatat, dan ditindaklanjuti. Pemerintah bertekad memperjuangkan kepentingan rakyat, termasuk rakyat yang paling kecil dan tertinggal,"katanya.

Di akhir pernyataannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh rakyat menjaga persatuan dan tidak terprovokasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jagad Hanugrah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X