Tahu Njombang Naik Kelas, Produksi Jalan dan Sungai Tetap Terjaga

photo author
Jagad Hanugrah, Mocosik
- Kamis, 18 September 2025 | 10:22 WIB
Pemkab Jombang bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan KLH peletakan batu pertama pembangunan IPAL (Dinas Kominfo Jombang)
Pemkab Jombang bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan KLH peletakan batu pertama pembangunan IPAL (Dinas Kominfo Jombang)

 

JOMBANG, MOCOSIK.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal IKM Tahu di Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan Festival Tahu yang menampilkan aneka olahan khas dari para perajin setempat.

Acara dihadiri oleh Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air KLH/BPLH Tulus Laksono, Bupati Jombang Warsubi, jajaran Direksi PT PGN, Forkopimda, Sekretaris Daerah, Staf Ahli, Asisten, kepala OPD terkait, serta para pengrajin tahu Jogoroto. 

Baca Juga: DLH Jombang Gelar Sosialisasi Pengelolaan Lingkungan Hidup bagi Pelaku Usaha

Rangkaian kegiatan diawali dengan penanaman pohon, peletakan batu pertama, kunjungan ke stand festival, laporan PGN, sambutan Bupati, dan arahan dari KLH/BPLH.

Jogoroto dikenal sebagai sentra produksi tahu terbesar di Jombang sejak tahun 1970-an. Saat ini, terdapat 88 unit usaha di tiga, yakni Desa Mayangan, Sumbermulyo, dan Ngumpul yang setiap hari mengolah sekitar 84 ton kedelai.

Industri ini menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja dan produknya populer dengan sebutan "Tahu Njombang".

Namun, perkembangan industri juga menimbulkan persoalan lingkungan. Setiap hari, proses produksi menghasilkan sekitar 1,26 juta liter limbah cair.

Sebagian besar dibuang langsung ke lingkungan sehingga mencemari sungai, menurunkan kualitas air tanah, dan memicu keluhan warga di wilayah hilir.

Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Lingkungan Hidup sebenarnya telah mencoba berbagai langkah, seperti pembangunan IPAL skala kecil, pemanfaatan biogas, hingga fitoremediasi.

Namun, keterbatasan dana, SDM pengelola, serta rendahnya kesadaran kolektif membuat hasilnya belum maksimal.

Atas dasar kesadaran para pelaku usaha, terbentuklah Paguyuban Sumber Berkah yang sedang berkembang menjadi Koperasi Sumber Berkah.

Mereka menyediakan lahan untuk pembangunan IPAL Komunal di Desa Mayangan sebagai bentuk komitmen bersama menjaga lingkungan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jagad Hanugrah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X