Dorong Brambang Nganjuk Jadi Ikon Agropolitan Nasional, Kang Marhaen: Harus Jadi Branding Unggulan

photo author
Jagad Hanugrah, Mocosik
- Senin, 22 September 2025 | 21:12 WIB
Temu Usaha Agribisnis Bawang Merah yang digelar di Desa Sidokare, Kecamatan Rejoso (dok.istimewa)
Temu Usaha Agribisnis Bawang Merah yang digelar di Desa Sidokare, Kecamatan Rejoso (dok.istimewa)

 

NGANJUK, MOCOSIK.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk melalui Dinas Pertanian kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan komoditas unggulan bawang merah.

Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Temu Usaha Agribisnis Bawang Merah yang digelar di Desa Sidokare, Kecamatan Rejoso, Senin (22/9/2025).

Acara yang menjadi bagian dari program penyuluhan pertanian tersebut dihadiri Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Komisi II DPRD Nganjuk, Asosiasi Bawang Merah Indonesia, Asosiasi Penangkar Benih, Forkopimcam Rejoso, Bank Indonesia Kediri, hingga perwakilan petani dari empat kecamatan. 

Baca Juga: PMI Nganjuk Boyong 11 Piala, Sabet Juara Umum 1 di JUMBARA X Jatim

Dalam sambutannya, Bupati Marhaen menyebut bawang merah sebagai komoditas strategis, sekaligus ikon agropolitan Nganjuk.

"Benih varietas Tajuk (Tanaman Nganjuk) bahkan nomor satu di Indonesia. Di mana pun ditanam pasti tumbuh. Ini kekuatan kita dan harus menjadi branding unggulan Nganjuk,"tegasnya.

Ia juga mendorong asosiasi, paguyuban, dan generasi muda desa untuk aktif membuka pasar, termasuk melalui platform digital.

"Silakan jika ada pembeli dari luar daerah. Yang penting harga cocok dan tidak merugikan petani. Anak-anak muda juga bisa memasarkan brambang Nganjuk lewat e-commerce. Marketing itu kunci nilai jual,"ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Nganjuk, Ida Sobihatin, menambahkan kegiatan ini penting untuk membekali petani dalam menghadapi dinamika harga pascapanen serta mendukung budidaya berkelanjutan.

"Kita ingin petani bawang merah Nganjuk lebih siap, baik dalam pembibitan maupun teknik budidaya modern,"jelasnya.

Kegiatan ini menjadi momentum sinergi pemerintah, lembaga keuangan, asosiasi, dan petani dalam memperkuat agribisnis bawang merah.

Dengan branding "Brambang Nganjuk”, daerah ini diharapkan mampu memperkokoh posisinya sebagai pusat agropolitan bawang merah nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jagad Hanugrah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X