"Kami bersama Gubernur Jawa Timur meluncurkan aplikasi Singosari,"jelasnya.
Aplikasi tersebut merupakan platform data potensi desa yang dapat dimanfaatkan hingga tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa. Singosari diharapkan menjadi dashboard lengkap untuk mendukung perumusan kebijakan berbasis data.
Wakil Bupati Jombang Salmanudin menegaskan, bahwa peningkatan kualitas data merupakan kebutuhan mendasar bagi daerah.
Ia menyebut sektor pertanian, UMKM, perdagangan, hingga industri kreatif membutuhkan perencanaan yang lebih presisi, sehingga data sektoral yang lengkap dan terintegrasi menjadi sangat penting.
"MoU ini juga membuka peluang bagi Jombang untuk memperkuat harmonisasi data antarperangkat daerah agar selaras dengan standar provinsi dan nasional,"katanya.
"Harmonisasi tersebut diharapkan mempercepat sinkronisasi perencanaan pembangunan serta memastikan kebijakan daerah mendukung agenda strategis Jawa Timur dan pemerintah pusat,"tambah Wabup Jombang.
Sebagai tindak lanjut, BPS RI berkomitmen memberikan pendampingan teknis, meningkatkan kapasitas SDM statistik daerah, serta memperkuat koordinasi dalam pengelolaan data sektoral.
Kabupaten Jombang menjadi salah satu daerah yang diharapkan mampu mengakselerasi penerapan data terintegrasi untuk mendukung efektivitas pembangunan.***
Artikel Terkait
Wakil Bupati Jombang Sidak Proyek Puskesmas Jelakombo dan Trotoar Simpang Tiga, Ini Hasilnya
Pemkab Jombang Gelar Silaturahmi dan Pencairan Insentif Guru TPQ Tahun 2025
Kasus Perceraian ASN Jombang Meningkat, Sekda Agus Purnomo: Keluarga Adalah Fondasi Utama
Kejuaraan Bola Voli Bupati Jombang Cup 2025 Resmi Dibuka, 48 Tim Berebut Gelar Terbaik
Jaga Kelestarian Hutan dan Sumber Mata Air, Perhutani KPH Jombang Tanam 11.000 Bibit Pohon di Nganjuk