Dari becak itulah Jasimun menghidupi istri dan ketiga anaknya: yang sulung duduk di bangku SMP, yang bungsu masih SD, dan satu lagi penyandang disabilitas. Setiap rupiah baginya adalah perjuangan.
Meski keluarganya menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) setiap tiga bulan, beban hidup tetap berat. Namun ia tetap bersyukur. PKH adalah bantuan sosial bersyarat bagi keluarga miskin yang ditetapkan sebagai penerima manfaat.
“Kalau di rumah dapat PKH, tiga bulan sekali. Itu membantu saya dan keluarga. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada aparat desa yang memperhatikan,” katanya.
Sejak 1990 ia mengayuh becak. Waktu terus berlalu, tetapi penghasilan justru turun drastis.
"Narik becak dari tahun 1990 sampai sekarang. Kalau dulu pendapatan Rp75 ribu–Rp100 ribu bisa dapat, sekarang paling Rp25 ribu,” ujarnya, menggambarkan betapa sulitnya bertahan hidup.***
Artikel Terkait
Senyum Haru, Tukang Becak di Jombang Terima Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo
Kakek 89 Tahun Dapat Becak Listrik dari Prabowo, Lansia Tetap Berdaya
Dengan Suara Bergetar, Prabowo Sampaikan Terima Kasih ke Petugas dalam Rapat Penanganan Bencana di Aceh
Momen Prabowo Makan Masakan Warga Pengungsi Saat Cek Dapur di Aceh, Pastikan Gizi Dan Kelayakan
Prabowo Bagikan Kacamata Pintar untuk Warga Tunanetra, Bisa Scan Data, Uang hingga Lawan Bicara