ACEH, MOCOSIK.COM - Dalam rentang waktu hanya enam hari, Presiden RI Prabowo Subianto menjalani rangkaian agenda padat dari penanganan bencana di dalam negeri hingga diplomasi tingkat tinggi di luar negeri.
Dari Aceh, Pakistan, Rusia, hingga kembali ke Aceh, Prabowo memimpin langsung agenda krisis nasional dan perjanjian strategis global tanpa jeda.
Prabowo lebih dulu berada di Aceh pada Minggu (7/12) untuk memimpin rapat penanggulangan bencana dan meninjau langsung kondisi lapangan. Presiden bahkan bermalam di Aceh dan memimpin koordinasi lintas kementerian hingga tengah malam, sebelum akhirnya bertolak ke Islamabad, Pakistan, pada Selasa (9/12) pagi.
Kunjungan singkat Prabowo ke Pakistan dan Rusia berlangsung kurang dari tiga hari, namun menghasilkan sejumlah kesepakatan penting. Di Islamabad, Prabowo bertemu Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan menyepakati penguatan kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis.
“Ada beberapa perjanjian yang disepakati dan ada tujuh yang ditandatangani. Di bidang kesehatan yang utama, lalu pertanian, perdagangan, ekonomi, riset, serta sains dan teknologi,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dikutip dari laman Instagram Sekretariat Kabinet, Jumat (12/12).
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyoroti kebutuhan mendesak Indonesia terhadap tenaga medis. Kementerian Kesehatan mencatat Indonesia masih kekurangan sekitar 150 ribu dokter, baik dokter umum, spesialis, maupun dokter gigi.
“Dan untuk itu beliau ingin segera membuat puluhan fakultas baru. Terutama di setiap provinsi harus ada fakultas kedokteran baru. Pakistan sepakat mendorong program tersebut,” ujar Teddy.
Dari Pakistan, Prabowo langsung melanjutkan perjalanan ke Rusia pada Rabu (10/12) untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow. Pertemuan bilateral yang berlangsung sekitar tiga jam itu menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, terutama di bidang pertanian, riset, teknologi, serta transfer teknologi.
“Rusia ingin memperkuat kerja sama dengan Indonesia di bidang pertanian, riset, teknologi, dan pertukaran transfer teknologi. Ada beberapa kesepakatan yang sangat penting yang diketahui oleh kedua pemimpin,” kata Teddy.
Usai menyelesaikan rangkaian agenda luar negeri, Prabowo langsung kembali ke Indonesia. Presiden tiba di Bandara Kualanamu, Medan, pada Jumat (12/12) pukul 02.45 WIB, setelah menempuh perjalanan sekitar 9 jam 30 menit dari Moskow.
Tanpa jeda istirahat panjang, Prabowo segera melanjutkan perjalanan ke Aceh untuk kembali meninjau langsung percepatan penanganan wilayah terdampak bencana di Sumatera. Ini menjadi kunjungan ketiga Prabowo ke Aceh dalam periode penanganan bencana.
Prabowo dijadwalkan meninjau posko pengungsian, distribusi bantuan logistik, layanan kesehatan, serta mengecek kesiapsiagaan TNI, Polri, BNPB, dan pemerintah daerah guna memastikan bantuan prioritas benar-benar sampai kepada masyarakat terdampak.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Komitmen Anggaran Besar untuk Revolusi Pelayanan Kesehatan
Prabowo dan PM Inggris Temu Virtual, Bahas Kemitraan Maritim, Pendidikan hingga Isu Global
Senyum Haru, Tukang Becak di Jombang Terima Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo
Terobosan Prabowo di 2026, Sekolah Bisa Ajukan Perbaikan secara Online ke Pemerintah
Kakek 89 Tahun Dapat Becak Listrik dari Prabowo, Lansia Tetap Berdaya
Respons Aspirasi Publik, Prabowo Rehabilitasi 3 Mantan Direksi ASDP