Sukses Panen Padi 8 Ton per Hektare, Petani Cianjur Raih Satyalancana Wira Karya dari Prabowo

photo author
Jagad Hanugrah, Mocosik
- Kamis, 8 Januari 2026 | 17:58 WIB
anggota Kelompok Tani Ciraden, Campaka, Kabupaten Cianjur menerima penghargaan Satyalancana Wirakarya Prabowo (Promedia Teknologi Indonesia)
anggota Kelompok Tani Ciraden, Campaka, Kabupaten Cianjur menerima penghargaan Satyalancana Wirakarya Prabowo (Promedia Teknologi Indonesia)

 


KARAWANG, MOCOSIK.COM - Momen Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menjadi hari bersejarah bagi petani dari berbagai daerah.

Salah satunya Aseng, anggota Kelompok Tani Ciraden, Campaka, Kabupaten Cianjur.

Dia menerima penghargaan Satyalancana Wirakarya langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Penghargaan tersebut menjadi simbol bahwa kerja keras petani, penyuluh, dan pemangku kepentingan daerah diakui negara sebagai garda terdepan penjaga ketahanan pangan nasional.

Dengan suara bergetar penuh syukur, Aseng yang menjalani aktivitas sehari-hari bertani, menceritakan perjalanannya bersama kelompok tani Ciraden yang mengelola sawah sekitar 15 hektare hingga mendapat penghargaan tersebut. 

Baca Juga: Petani Karawang Apresiasi Kunjungan Prabowo: Jadi Motivasi Tambah Produksi

“Alhamdulillah yang diterima oleh saya itu berupa piagam dan penghargaan. Terima kasih Bapak Endang, PPL Campaka, dan terima kasih Bapak Bupati Cianjur yang sudah mendapatkan piagam ini. Terima kasih banyak,” ujarnya.

Aseng mengatakan peningkatan panen padi di kelompoknya tidak lepas dari pendampingan penyuluh serta bantuan benih unggul (Benih Pajajaran) dari pemerintah.

“Saya mendapatkan bantuan Benih Pajajaran. Biasa suka (panen) 6,5 ton per hektare, sekarang mendapatkan 8 ton per hektare,” katanya.

Ia mengapresiasi kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai sangat membantu dan membela petani. Mulai dari program lumbung padi, penurunan harga pupuk, hingga harga jual gabah yang tinggi.

“Dan harga pupuk yang biasanya mahal, sekarang turun 20 persen. Pupuk murah disubsidi itu sangat membantu buat perekonomian petani,” jelasnya.

Meski lahan yang ia kelola secara pribadi relatif kecil, hanya 500 meter, Aseng tetap optimistis terhadap masa depan pertanian. Apalagi setelah mendengarkan arahan langsung dariPrabowo pada acara pengumuman swasembada pangan hari ini.

Dalam kesempatan itu, Aseng juga menitipkan pesan kepada Prabowo agar regenerasi petani mendapat perhatian serius. Apalagi saat ini anak muda masih kurang antusias untuk bertani.

“Tolonglah pemuda dan pemudi ini, dukunglah pertanian Indonesia ini,” harapnya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jagad Hanugrah

Sumber: Promedia Teknologi Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X