Secara makro, inflasi di tahun 2026 diperkirakan akan parkir di kisaran 2,78%. Angka yang cukup rendah ini tentu memberikan napas lega bagi kantong konsumen, sehingga daya beli tidak tergerus oleh kenaikan harga barang pokok.
Proyeksi Ekonomi 2026
Bank Mandiri memproyeksikan konsumsi rumah tangga akan tumbuh di angka 5,06% sepanjang tahun 2026. Banyaknya libur nasional dan cuti bersama di tahun ini dipercaya akan menjadi sentimen bagi masyarakat untuk tetap aktif beraktivitas, bepergian, dan berbelanja.
Aktivitas masyarakat yang kembali normal sepenuhnya pasca-pandemi juga menjadi modal besar bagi keberlanjutan sektor ritel.
Meski demikian, laporan tersebut tetap memberikan catatan agar pelaku usaha waspada terhadap risiko ketidakpastian global yang bisa memengaruhi sentimen konsumsi.
Namun, dengan fondasi ekonomi domestik yang kuat dan inflasi yang terjaga, sektor ritel Indonesia siap menghadapi tantangan tahun 2026 dengan penuh percaya diri. Pertumbuhan ini diharapkan mampu membawa dampak berantai bagi kesejahteraan masyarakat secara luas.***
Artikel Terkait
Prabowo Cek Langsung Pengungsi di Langkat: Kalian adalah Keluarga, Tidak akan Kami Tinggalkan
Peluk dan Cium Haru Warnai Kedatangan Presiden Prabowo di Posko Pengungsian Langkat
Jalan dan Jembatan di Aceh Mulai Kembali Berfungsi, Prabowo Apresiasi Petugas
Prabowo Apresiasi Gotong-royong Semua Pihak Hadapi Bencana: Tak Boleh Ada Satu Saudara Pun Ditinggalkan
Tegas! Prabowo Siap Tindak Pembalakan Liar