Hari Peduli Sampah Nasional 2026: Momentum Kolaborasi untuk Indonesia ASRI

photo author
Jagad Hanugrah, Mocosik
- Minggu, 22 Februari 2026 | 17:00 WIB
Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) momentum penting untuk meningkatkan kesadaran bersama terhadap persoalan sampah (nganjukkab.go.id)
Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) momentum penting untuk meningkatkan kesadaran bersama terhadap persoalan sampah (nganjukkab.go.id)

 


NGANJUK, MOCOSIK.COM - Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada 21 Februari 2026 menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran bersama terhadap persoalan sampah yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia.

Berdasarkan data nasional, Indonesia menghasilkan sekitar 70 juta ton sampah per tahun, yang sebagian besar masih berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), sungai, hingga laut.

Kondisi tersebut menegaskan bahwa pengelolaan sampah yang berkelanjutan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Hal ini sejalan dengan tema HPSN tahun ini,“Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah)”, yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan komunitas. 

Baca Juga: Catat! Jadwal Libur dan WFA Lebaran 2026, Total 13 Hari Bisa Mudik Lebih Awal

Di Kabupaten Nganjuk, upaya pengelolaan sampah menunjukkan perkembangan positif.

Berdasarkan data Statistik Potensi Desa Kabupaten Nganjuk 2025 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Nganjuk, Kecamatan Nganjuk tercatat sebagai wilayah dengan jumlah desa/kelurahan terbanyak yang telah memiliki kegiatan pengelolaan dan daur ulang sampah, yakni sebanyak 15 desa/kelurahan.

Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kesadaran lingkungan di tingkat lokal sekaligus bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor mampu mendorong perubahan positif.

Keberadaan kegiatan daur ulang sampah di desa dan kelurahan diharapkan dapat mengurangi beban TPA, menekan pencemaran lingkungan, serta mendorong penerapan ekonomi sirkular di masyarakat.

Peringatan HPSN juga menjadi ajakan bagi seluruh warga untuk berkontribusi mulai dari langkah sederhana, seperti memilah sampah dari rumah, mendukung kegiatan daur ulang, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat, pengelolaan sampah yang berkelanjutan bukan hanya menjadi program pemerintah, tetapi juga gerakan bersama. Lingkungan yang bersih hari ini diyakini akan menjadi warisan yang sehat dan layak bagi generasi mendatang.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jagad Hanugrah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X