Menkomdigi Tegur Keras Meta: Konten Palestina Cepat Hilang, Judi Online dan Hoaks Justru Lambat Ditindak

photo author
Jagad Hanugrah, Mocosik
- Sabtu, 7 Maret 2026 | 08:36 WIB
Menkomdigi, Meutya Hafid menyoroti rendahnya kepatuhan platform Meta dalam membersihkan konten fitnah hingga hoax di RI (Dok. Komdigi)
Menkomdigi, Meutya Hafid menyoroti rendahnya kepatuhan platform Meta dalam membersihkan konten fitnah hingga hoax di RI (Dok. Komdigi)

 

 

MOCOSIK.COM - Sebagian publik di media sosial (medsos) tengah ramai menyoroti peringatan keras yang disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid terhadap platform Meta.

Hal itu disampaikan Meutya saat memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke kantor operasional Meta di Jakarta, pada Rabu, (4/3/ 2026).

Langkah tegas ini merupakan respons langsung terhadap belum optimalnya penanganan konten di platform Meta, termasuk Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Terkhusus, hal tersebut dalam membendung gelombang judi online, disinformasi atau hoax, fitnah, dan kebencian (DFK).

"Kenapa bagi isu-isu tertentu, self censorship dilakukan," kata Meutya sebagaimana dilansir dari postingan TikTok resminya, @duniameutya, pada Jumat, 6 Maret 2026. 

Baca Juga: Beredar Narasi BoP Terlibat Konflik AS-Israel dengan Iran, Hasil Cek Fakta: Konten DFK

"Tapi bagi hal-hal yang dinilai mengganggu di Indonesia, hoax terkait kesehatan dan pemerintahan, yang mengadu domba masyarakat terkait SARA, itu kenapa lama?" sambungnya.

Isu Palestina Dinilai Cepat Dihapus

Dalam sidak ini, Menkomdigi memberikan peringatan keras atas rendahnya tingkat kepatuhan Meta terhadap regulasi nasional.

Berdasarkan data pemantauan pemerintah, tingkat kepatuhan Meta dalam menindaklanjuti temuan konten judi online dan DFK di Indonesia berada di angka yang sangat rendah, yaitu hanya 28,47 persen.

Terkait hal itu, Meutya menyayangkan langkah Meta yang dinilai cepat membersihkan konten terkait Palestina, namun lemah saat memberantas gelombang konten DFK.

"Tapi kalau urusan Palestina, langsung hilang, tuh, kenapa bisa seperti itu, apa penjelasannya?" paparnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jagad Hanugrah

Sumber: Promedia Teknologi Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X