"Nanti kami kabari,"tambahnya.
Di sisi lain, salah satu keluarga perempuan meyakini bahwa pria tersebut merupakan anggota Polres Nganjuk, meski enggan menyebutkan identitasnya.
Kronologi penggerebekan
Duka, pihak keluarga dari suami perempuan, menjelaskan bahwa penggerebekan bermula dari aksi pembuntutan yang dilakukan adik korban.
Baca Juga: Waspada Penipuan Berkedok Dinkes, UMKM di Nganjuk Diminta Tolak Pungutan Tunai
"Awalnya diikuti dari luar oleh adiknya. Dari jauh dipantau, lalu keduanya masuk ke rumah ini dan ditunggu cukup lama tidak keluar,""katanya.
Menurutnya, keberadaan keduanya di rumah kontrakan tersebut sebenarnya sudah lama menimbulkan kecurigaan warga.
Ia juga menyebut, pria berinisial D itu diduga bertugas di Polres Nganjuk, meski tidak mengetahui secara pasti pangkat maupun jabatannya.
Rumah kontrakan tersebut diketahui milik seorang pegawai bank yang telah disewa sejak November 2025.
Kecurigaan terhadap hubungan keduanya, lanjut Duka, sudah muncul sejak sekitar dua tahun lalu dan sempat memicu konflik dalam rumah tangga perempuan tersebut.
Penggerebekan dilakukan oleh pihak keluarga dari suami perempuan. Sementara aksi warga yang merusak kendaraan terjadi karena kedua terduga tidak segera keluar saat diminta.***
Artikel Terkait
Jaga Kelestarian Hutan dan Sumber Mata Air, Perhutani KPH Jombang Tanam 11.000 Bibit Pohon di Nganjuk
Perhutani KPH Jombang Ajak Siswa TK Tunas Rimba Tanam Bibit Jati di Nganjuk
Pulang dari Nganjuk Tanpa Notifikasi, Istri Grebek Suami Lagi Asyik Indehoy dengan LC di Jombang
Kapolri Ziarah ke Makam Marsinah dan Pimpin Ground Breaking Museum Pahlawan Nasional di Nganjuk
Awal 2026, Dinas PUPR Nganjuk Tancap Gas Perbaiki Jalan di Sejumlah Titik Strategis
Waspada Penipuan Berkedok Dinkes, UMKM di Nganjuk Diminta Tolak Pungutan Tunai