Perry menambahkan, BI juga belajar dari pengalaman krisis 1997–1998. Saat itu, fokus besar pada stabilisasi rupiah justru berujung pada pengetatan likuiditas yang memperburuk kondisi ekonomi.
"Kami tidak mau itu, makanya beli SBN ke pasar sekunder. Ini sekaligus upaya agar tidak tidak kekeringan likuiditas, dan bagian ini untuk menarik inflow," tegas Perry.
Dengan kombinasi fundamental ekonomi yang dinilai masih kuat serta pola musiman yang diperkirakan akan mereda dalam beberapa bulan ke depan, pemerintah dan BI optimistis tekanan terhadap rupiah tidak akan berlangsung lama dan mata uang Garuda masih berpeluang kembali menguat.***
Artikel Terkait
Prabowo Rombak Kabinet, Purbaya Yudhi Jadi Menkeu hingga Irfan Yusuf Pimpin Kementerian Haji dan Umrah
Menkeu Beberkan Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah: Kita Masih Aman
Menkeu Beberkan Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah: Kita Masih Aman
Menkeu Purbaya: IMF, Bank Dunia, dan Lembaga Investor Global Nilai Positif Kebijakan Fiskal Indonesia
6 Pesawat Rafale Indonesia Akhirnya Datang! Prabowo: Pertahanan Kunci Stabilitas Negara