Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan integrasi data kelahiran dengan sistem administrasi kependudukan akan mempermudah penerbitan dokumen bagi bayi yang baru lahir.
Ia menyebut sekitar 4,8 juta bayi lahir di Indonesia setiap tahun, atau rata-rata sekitar 13 ribu kelahiran setiap hari. Besarnya jumlah tersebut membuat integrasi pencatatan kelahiran menjadi penting agar dokumen kependudukan dapat diterbitkan secara lebih cepat.
"Sekarang data kelahiran bisa langsung diintegrasikan dengan data Dukcapil-nya atau SIAK. Supaya kalau ada ibu yang melahirkan, akte kelahirannya termasuk kartu keluarganya bisa langsung keluar secara digital,"jelas Budi.
Dengan sistem tersebut, data bayi yang lahir di rumah sakit maupun puskesmas dapat terhubung dengan sistem administrasi kependudukan tanpa harus melalui proses manual yang panjang.
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian menjelaskan dokumen akta kelahiran digital nantinya dapat diterima melalui fasilitas kesehatan tempat persalinan.
Dokumen tersebut dapat disampaikan melalui puskesmas atau rumah sakit. Selain itu, dokumen digital juga dapat dikirimkan kepada orang tua melalui surat elektronik maupun WhatsApp untuk kemudian dicetak secara mandiri.
"Begitu lahir, kemudian langsung dikeluarkan akte kelahiran karena sistemnya connect,"ujar Tito.
Menurutnya, kemudahan tersebut juga diharapkan dapat menutup celah terjadinya pungutan liar dalam proses pengurusan dokumen administrasi kependudukan.
Baca Juga: Lewat Radio Suara Jombang, Dispendukcapil Sosialisasikan Pentingnya Akta Kelahiran
Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Pandjaitan menilai integrasi data dan perencanaan berbasis data menjadi bagian penting dalam meningkatkan efisiensi pelayanan pemerintah.
Ia mengatakan pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), dapat membantu mengintegrasikan serta membersihkan data sehingga proses pelayanan menjadi lebih cepat dan akurat.
"Semua data itu berbicara satu sama lain, di-support oleh AI dan AI meng-cleansing semua data itu menjadi terintegrasi dan prosesnya jadi sangat cepat,"jelas Luhut.
Sementara itu, Rini berharap integrasi layanan tersebut dapat semakin mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan transformasi digital tidak hanya diukur dari banyaknya aplikasi yang dibangun, tetapi dari seberapa mudah dan terhubung layanan yang diterima masyarakat.
Ia menekankan bahwa negara harus hadir sejak awal kehidupan seorang anak, termasuk ketika proses kelahiran berlangsung.
Artikel Terkait
Ahmad Sahroni Minta Polri Tindak Tegas Praktik Jual Beli KTP dan KK di Bali
Mendagri Tito Karnavian Lantik Bupati Jombang Warsubi Jadi Wakil Bendahara Umum APKASI
Cukup Bawa KTP dan Ponsel, Bisa Cek Kesehatan Gratis di Imlek Festival 2577
Tak Semua ASN Boleh WFH Hari Ini 10 April 2026, Dukcapil hingga Rumah Sakit Tetap Layani Masyarakat
Polres Jombang Edukasi Pelajar tentang AI, Dorong Penggunaan Teknologi Secara Bijak