Agus Susilo Sugioto: Sapi Terjangkit LSD Aman Dikonsumsi Meskipun Dipotong Paksa

photo author
- Kamis, 13 April 2023 | 12:33 WIB
Kepala Dinas Peternakan Jombang, Agus Susilo Sugioto mengatakan, daging sapi yang terpapar Virus LSD tetap aman dan layak dikonsumsi (Dinas Peternakan Jombang)
Kepala Dinas Peternakan Jombang, Agus Susilo Sugioto mengatakan, daging sapi yang terpapar Virus LSD tetap aman dan layak dikonsumsi (Dinas Peternakan Jombang)

MOCOSIK.COM - Dinas Peternakan Kabupaten Jombang terus memantau kasus kematian sapi akibat terpapar penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) yang terjadi di daerah tersebut.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 21 ekor sapi dilaporkan mati setelah terpapar LSD, dan beberapa di antaranya dipotong paksa. Namun, Dinas Peternakan Jombang menegaskan, bahwa daging sapi yang terpapar virus LSD tetap aman dan layak dikonsumsi.

Kepala Dinas Peternakan Jombang, Agus Susilo Sugioto menjelaskan, bahwa LSD bukanlah zoonosis, sehingga tidak menular ke manusia.

Baca Juga: Kemenag Umumkan 72.948 Calon PPPK Ikuti Seleksi Kompetensi Teknis (SKT) Tambahan

"Meskipun terpapar virus LSD, daging sapi tetap aman dikonsumsi karena hanya kulit sapi yang terkena penyakit pada bagian luar. Sedangkan dagingnya dipastikan aman dan tidak terdampak LSD. Ketika dipotong, kulit sapi yang terkena penyakit, itu akan disisihkan dan tidak untuk dikonsumsi,"katanya.

Agus Susilo Sugioto menambahkan, bahwa sepanjang tahun 2023, tercatat 21 ekor sapi dilaporkan mati setelah terpapar penyakit LSD, dan sebagian besar masih sapi anakan.

"Namun, tidak seluruhnya sapi yang mati akibat LSD, sebagian dilakukan potong paksa oleh peternak sendiri,"imbuhnya.

Untuk masyarakat Jombang, khususnya pemilik sapi, tidak perlu panik ketika ada ternak sapi yang terlanjur terpapar LSD. Agus Susilo Sugioto meminta kepada masyarakat, atau peternak sapi untuk melaporkan kepada Dinas Peternakan atau Mantri sapi terdekat, bila muncul gejala LSD seperti demam tinggi, lemas, hingga muncul benjolan pada kulit sapi.

"Secepat mungkin akan ditangani dengan pemberian obat, vitamin, dan vaksin. Jika tidak dilaporkan, dikhawatirkan penanganannya telat sehingga sapi bisa mati,"tegas Agus Susilo Sugioto.

Agus Susilo Sugioto mengaku, sudah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka LSD di Kota Santri. Salah satu bukti upaya ini terlihat dari 1.633 ekor sapi yang terpapar, sebanyak 921 ekor sudah berhasil disembuhkan.

Baca Juga: Kodim 0814 dan Forum Komunikasi Masyarakat Jombang Bagikan 400 Paket Sembako Pada Yatim Duafa

Namun, Agus Susilo Sugioto tidak mengelak jika temuan baru masih ada dan memberikan bantuan obat dan vitamin kepada peternak sapi.

"Bantuan ini diberikan saat bupati melaksanakan tarawih keliling ke desa-desa di 21 kecamatan,"ungkap Agus Susilo Sugioto.

Agus Susilo Sugioto berpesan, dalam hal ini peran masyarakat dan peternak sapi sangat penting untuk mencegah dan mengatasi penyebaran LSD pada sapi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rudiyanto Mocosik.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X