Baca Juga: Ini Kronologi Dugaan Kasus Korupsi Dana BUMDes Jatigedong Ploso Jombang yang Menyisakan Misteri
Salah satu kejanggalan yang mencolok adalah dugaan mark up anggaran pada komponen langganan daya dan jasa dari tahap I hingga III. Hal ini disebabkan karena bangunan gedung SMP dan SMA Budi Utomo YPBU Gadingmangu adalah "menyatu". Namun, irosnisnya dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), anggaran tersebut tercatat secara terpisah.
"Sistem instalasi listrik (PLN) di SMP Budi Utomo dan SMA Budi Utomo itu menjadi satu lho. Sebab bangunan gedungnya menyatu. Tapi dalam RAB kenapa justru muncul anggaran sendiri-sendiri. Dan harus dicatat, jumlah anggarannya lumayan banyak itu untuk tahap I, II dan III dari BOS 2021 sebesar Rp.367.081.700,-. Padahal listriknya menyatu karena sekolahnya juga menyatu,"pungkas narasumber.
Terpisah, mantan Kepala Sekolah SMA Budi Utomo Gadingmangu, Bambang Wahyudi, saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp pada tanggal 13 Juni 2023, mengenai dugaan penyelewengan penggunaan Dana BOS 2021, memberikan tanggapan singkat.
"Waalaikum salam... Alhamdulillah atas doanya, semua sudah dilaksanakan oleh panitia sesuai dengan juknis, semoga sehat dan sukses selalu... Aamiin..," tutup Bambang.***
Artikel Terkait
Ini Kronologi Dugaan Kasus Korupsi Dana BUMDes Jatigedong Ploso Jombang yang Menyisakan Misteri
Bingung Mau Bahagia atau Sedih, Sri Mulyani Resmikan Istri PNS akan Dapat Dana Asuransi Rp12 Juta
Benang Kusut Penanganan Dugaan Korupsi Dana BOS dan PIP di YPBU Gadingmangu Jombang
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS TA 2020 di SMP YPBU Gadingmangu Jombang
Pakar Hukum Sebut APH Jombang Lamban Tangani Dugaan Kasus Korupsi Dana BOS YPBU Gadingmangu Jombang