"Saya tidak ingin, masyarakat Jawa Timur hanya menjadi penonton ketika industri manufaktur mengalami kemajuan yang sangat pesat. Tapi juga harus ikut ambil bagian di dalamnya,"harap Khofifah Indar Parawansa.
Baca Juga: Pj Bupati Jombang Sugiat Gelar Taaruf dengan Anggota DPRD Jombang di Sidang Paripurna PAW
Usai meresmikan MTs Sains Salahuddin Wahid, Gubernur Jatim kemudian melakukan ground breaking, pembangunan Masjid Pondok Pesantren Tebuireng Putri Kesamben yang ditandai dengan penekanan tombol. Kemudian diikuti dengan penancapan tiang pancang, sebagai tanda dimulainya pembangunan masjid.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Jatim turut menyaksikan penyerahan penghargaan kepada pewakaf tanah yang saat ini telah dibangun komplek Pesantren Sains Salahudin Wahid Tebuireng Kesamben Putri, oleh Pengasuh Ponpes Tebuireng. Setelah itu, dilanjutkan dengan melakukan peninjauan ke sejumlah titik di MTs Sains Salahuddin Wahid.
Sementara itu, Perwakilan Keluarga KH Salahuddin Wahid, yakni Hj Farida Salahuddin Wahid mengaku bersyukur pada akhirnya peresmian ini dilakukan.
"Pembangunan MTs Sains Salahuddin Wahid dan komplek pesantren sains, ini adalah ide dari KH Salahuddin Wahid,"ujarnya.
Nyai Farida juga mengatakan, pesantren Putri Tebuireng adalah buah pemikiran dari KH Salahuddin Wahid yang tidak ingin perempuan hanya menjadi 'konco wingking' atau perempuan hanya sebagai teman dari kaum laki-laki yang hanya ada di belakang. Gus Sholah, sapaan akrab Almaghfurlah KH Salahuddin Wahid menginginkan, bahwa perempuan harus maju tanpa meninggalkan kodratnya.
"Alhamdulillaah gedung ini sudah jadi, santrinya juga sudah banyak, mudah- mudahan kedepannya pengasuh Tebuireng memiliki tugas dan beban untuk memajukan dan melestarikan komplek pesantren ini,"pungkas Hj. Farida Salahuddin Wahid, istri Almaghfurlah KH. Salahuddin Wahid.
Sementara itu, Pj Bupati Jombang Sugiat mengatakan, hadirnya MTs Sains Salahuddin Wahid, putri Salahuddin Wahid mewadahi minat dan bakat santri dalam bidang sains. Sehingga mampu mengembangkan kemampuan akademis dan menonjolkan budi pekerti yang luhur sekaligus wujud komitmen dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Jombang.
"Sekolah menjadi motor bagi anak-anak memperoleh ilmu pengetahuan sebagai agen perubahan. Harus bisa bersaing dan mencetak generasi bangsa yang mumpuni,"tuturnya.
Sugiat juga menyampaikan terima kasih, kepada seluruh pihak yang terlibat mampu menjalankan peran dan fungsinya dengan baik, utamanya memenuhi hak anak di sekolah sesuai harkat dan martabatnya. Sehingga dapat mengembangkan kepribadian dalam mempersiapkan ke jenjang pendidikan selanjutnya.
"Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat mampu menjalankan peran dan fungsinya dengan baik, utamanya memenuhi hak anak di sekolah sesuai harkat dan martabatnya.nsehingga dapat mengembangkan kepribadian dalam mempersiapkan ke jenjang pendidikan selanjutnya,"tutup Pj Bupati Jombang Sugiat.
Ditempat yang sama, Pengasuh Ponpes Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfuz menambahkan, bahwa saat ini pendidikan pondok pesantren telah mendapatkan pengakuan dari pemerintah maupun masyarakat. Sebab, hal ini dibuktikan semakin besarnya minat masyarakat untuk menyekolahkan putra- putrinya di pesantren.
"Hadirnya MTs Sains Salahuddin Wahid putri Salahuddin Wahid, memberikan prestasi di bidang akademik serta prestasi lainnya yang kelak berdampak baik bagi masyarakat sekitar,"katanya.