JOMBANG, MOCOSIK.COM - Menanggapi adanya PMK yang muncul kembali setelah tahun 2022, di Kabupaten Jombang sejak pertengahan Desember 2024, sampai saat ini menjadi perhatian serius dari Pemkab Jombang.
Bahkan, jumlah kasus penyakit yang dikenal sangat cepat dan mudah menular tersebut, saat ini telah menyentuh angka 1.493 kasus.
Upaya lockdown pasar hewan dan penetapan status darurat oleh Bupati Jombang melalui Ketetapan Bupati Jombang Nomor 100.3.3.2/64/415.10.1.3/2025 tanggal 3 Februari 2025 tentang Surat Penetapan Keadaan Darurat Bencana Non Alam Akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) oleh Bupati Jombang.
Baca Juga: Kasus PMK Mulai Mereda, Pasar Hewan di Jombang Kembali Dibuka
Dengan masa tanggap darurat, itu ditetapkan selama 14 hari terhitung mulai tanggal 3 – 16 Februari 2025.
Salah satu upaya penting dalam mengendalikan PMK adalah program Vaksinasi PMK massal pada ternak rentan khususnya pada sapi menjadi prioritas utama dan terus digalakkan oleh Dinas Peternakan.
Dalam hal ini, Dinas Peternakan Jombang melaksanakan apel siaga Vaksinasi PMK yang dipimpin langsung oleh plt Kepala Dinas Peternakan Drs. Mochamad Saleh, M.Si dan diikuti oleh 65 tenaga teknis lapangan yang terdiri Dokter Hewan, Paramedik Veteriner dan Inseminator se Kabupaten Jombang. Sabtu, (15/2/2025).
Kepala Dinas Peternakan Jombang, Drs. Mochamad Saleh, M.Si dalam arahannya menyampaikan, bahwa kunci utama mengendalikan PMK saat ini difokuskan Vaksinasi PMK secara massal pada ternak sapi, yakn dengan sasaran pada semua wilayah di Kabupaten Jombang.
"Hari ini kita serahkan vaksin PMK dari APBD Kabupaten Jombang, sejumlah 4.000 dosis pada 8 ketua tim vaksin untuk dilaksanakan Vaksinasi serentak dengan target 2 hari. Pelaksanaan mulai hari Sabtu dan berakhir pada hari Minggu atau tanggal 15-16 Februari 2025 dengan sasaran di 24 wilayah desa,"katanya.
Pada kesempatan sebelumnya, disampaikan laporan kegiatan oleh drh. Azis Daryanto selaku Kepala Bidang Kesehatan Hewan, bahwa Ketersediaan vaksin PMK saat ini 33.425 dosis dirasa masih mencukupi berkat sharing anggaran dari APBN Kementerian Pertanian, APBD Provinsi Jawa Timur, termasuk dari APBD Kabupaten Jombang yang turut berperan dengan mensupport vaksin PMK sejumlah 4.000 dosis.
"Selanjutnya pada bulan Maret nanti, Kabupaten Jombang akan mendapatkan tambahan vaksin dari APBN Kementerian tahap 3,"ungkapnya.
Berdasarkan Update Kasus PMK Jombang hari ini, jumlah kasus 1.493 ekor dengan perkembangan 104 mati, 142 dipotong, 1.078 sembuh dan 169 masih sakit/dalam proses pengobatan.
"Perkembangan kondisi kasus PMK di Jombang dapat kami laporkan minggu ini. Secara umum cukup terkendali yang ditandai dengan, jumlah kasus harian dan kasus aktif yang terus menurun, angka kesembuhan PMK yang terus meingkat dan capaian ternak sapi yang tervaksin terus bertambah,"ujarnya.