JAKARTA, MOCOSIK.COM – Kementerian Sosial (Kemensos) RI mengambil langkah strategis untuk memastikan, bahwa bantuan sosial (bansos) benar-benar diterima oleh yang berhak.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) guna menganalisis rekening para penerima bansos, demi meningkatkan akurasi dan efektivitas penyaluran.
"Dalam rangka memastikan data semakin akurat dan bansos tepat sasaran, kami mohon bantuan PPATK untuk melakukan analisis terhadap rekening seluruh penerima bansos,"kata Gus Ipul saat mengunjungi Kantor PPATK, Jumat (4/7/2025).
Baca Juga: Kemensos Buka 1.554 Lowongan Guru Sekolah Rakyat, Robben Rico: Siap Diangkat Jadi ASN
Langkah ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan agar bansos disalurkan dengan tepat dan transparan.
Gus Ipul menambahkan, data rekening penerima telah diserahkan ke PPATK, termasuk sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan.
"Kami ingin memastikan bahwa data yang kami miliki benar. Masalah-masalah juga sudah kami sampaikan, dan kami berharap ditindaklanjuti,"ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, diketahui ada temuan penting, diantaranya sejumlah rekening penerima bansos terindikasi“dormant”atau tidak aktif, yakni hanya digunakan untuk menerima transfer, tanpa aktivitas transaksi lainnya.
Menanggapi hal itu, Ketua PPATK Ivan Yustiavanda menyambut baik inisiatif Kemensos. Ia menyatakan pihaknya akan mendalami data yang telah diberikan dan menyerahkan hasil analisis kepada Kemensos.
"Kami menemukan beberapa data yang anomali dan akan segera kami serahkan ke Pak Mensos untuk ditindaklanjuti,"ungkap Ivan.
Ia juga menegaskan komitmen PPATK untuk mendukung Kemensos dalam menyalurkan bansos yang lebih tepat sasaran dan transparan.
Gus Ipul mengungkapkan, hingga 1 Juli 2025, total bansos triwulan II yang telah disalurkan mencapai lebih dari Rp20 triliun untuk belasan juta keluarga penerima manfaat (KPM).
Adapun rinciannya sebagai berikut: