JOMBANG, MOCOSIK.COM – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Gedung TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) Sampah di Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, Sabtu (5/7/2025).
Sebanyak 1.116 calon warga baru tingkat 1 Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Jombang, resmi disahkan dalam prosesi sakral yang dihadiri ribuan pendekar dan tamu undangan.
Acara pengesahan ini turut dihadiri oleh Bupati Jombang Abah Warsubi, Wakil Bupati Gus Salman, Sekda Agus Purnomo, jajaran Forkopimda, serta Lembaga Hukum dan Advokasi PSHT (LHA PSHT).
Baca Juga: Pengurus PSHT Cabang Jombang Gelar Rakor Bahas Agenda Piala Rektor Unipdu
Hadir pula Ketua PSHT Cabang Jombang Pusat Madiun, Kangmas Subiyantoro, yang memimpin langsung jalannya prosesi.
Pengesahan warga baru PSHT selalu digelar setiap bulan Muharram atau Suro, yang memiliki nilai spiritual mendalam bagi keluarga besar PSHT.
Rangkaian acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, doa bersama, pengucapan ikrar, hingga penggemaan Mars PSHT yang menggema memenuhi ruangan.
Ketua PSHT Cabang Jombang, Kangmas Subiyantoro, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara dan mengapresiasi kehadiran seluruh pihak.
Ia berpesan, agar warga baru senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai budi pekerti, kejujuran, dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
"Jauhi pergaulan negatif seperti narkoba dan kerusuhan. Jaga kamtibmas serta nama baik organisasi. Gunakan ilmu yang didapat untuk kebaikan dan prestasi. Target kita, PSHT Jombang bisa meraih setidaknya satu medali emas di tingkat nasional,"terangnya.
Kangmas Subiyantoro juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum PSHT Kangmas Drs. Moerdjoko HW yang diwakili Kangmas KRT Aryo Tumenggung Catur Nyoto Ryanto, S.Sos., selaku koordinator dewan pengesah dari Madiun, serta para pendekar dari cabang lain seperti Kediri, Mojokerto, Lamongan, Tuban, dan Madiun.
Sementara itu, Bupati Jombang Abah Warsubi dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga terhadap eksistensi PSHT yang terus berkontribusi dalam membentuk karakter generasi muda.
"Bulan Suro bukan sekadar pergantian kalender. Bagi PSHT, ini adalah momentum spiritual untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan dan akhlak mulia,"tutur Abah Warsubi.