JOMBANG, MOCOSIK.COM - Tiga klaster pertanian unggulan dari Kabupaten Jombang, lolos seleksi dalam program Sarana Akselerasi Klaster Agribisnis Jawa Timur (SAKA JATIM) 2025 yang digelar oleh Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur.
Ketiga klaster tersebut adalah klaster padi dari Regu Pengendali Hama (RPH) Desa Kendalsari, klaster jagung dari Poktan Murong Santren Desa Mayangan, serta klaster kopi dari Koperasi Produsen Kopi Wonosalam.
SAKA JATIM 2025 merupakan program strategis Bank Indonesia dalam membentuk petani yang tangguh, berorientasi pasar, serta memiliki kelembagaan kuat untuk menjaga ketahanan pangan dan kestabilan harga komoditas.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ir. Moch. Rony, MM, menyambut antusias keberhasilan ini.
Baca Juga: Prabowo: Inovasi Pertanian Brasil Bisa Jadi Contoh untuk Indonesia
"Kegiatan ini kami ikuti dengan sungguh-sungguh. Ini kesempatan menunjukkan hasil kerja kita, sekaligus mendapatkan pembinaan dari lembaga kredibel seperti Bank Indonesia,"terangnya.
Klaster padi dari RPH Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, bahkan telah masuk Top 2 besar di kategori klaster padi se-Jawa Timur.
RPH ini dikenal sukses membebaskan lahan pertanian dari teror hama tikus yang sempat menyebabkan gagal panen bertahun-tahun.
Sejak 2023, berkat kerja sama antara petani, pemerintah desa, dan penyuluh lapangan (PPL), pengendalian hama dilakukan secara terpadu.
Kini, mereka bertransformasi dengan menerapkan Budidaya Tanaman Sehat berbasis bahan alami dan lokal: pupuk organik, pestisida nabati, hingga agen hayati.
Kepala Desa Kendalsari, Mulyadi menyatakan komitmennya mendukung RPH lewat alokasi Dana Desa dan menjadikannya mitra BUMDes untuk pengembangan usaha ketahanan pangan.
"Tahun ini kita dorong RPH memproduksi pupuk organik dan agen hayati secara mandiri,"ujarnya.
Sementara itu, Poktan Murong Santren dari Desa Mayangan, Jogoroto, tampil mewakili klaster jagung. Mereka tak hanya unggul dalam budidaya jagung, tapi juga berhasil mengembangkan berbagai produk olahan berbasis jagung melalui sinergi dengan kelompok wanita tani dan UMKM lokal.