nasional

Mahasantri Tebuireng Jombang Raih Lima Prestasi Nasional Hanya dalam Sebulan, Begini Katanya

Minggu, 9 November 2025 | 19:35 WIB
Muhammad Khaidar Ali, mahasantri asal Desa Gampingrowo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo (dok.istimewa)

"Waktu MTs saya adalah pribadi yang pemalu, minder, dan sulit berinteraksi dengan orang lain. Saat MA, saya mencoba melawan rasa takut itu dan mulai ikut perlombaan. Selama satu setengah tahun pertama, saya belum pernah meraih juara meski sudah ikut sekitar 8–10 event,"kenangnya.

Selain itu, tak jarang ia mendapat komentar meremehkan dari lingkungan sekitar.

"Pernah ada yang mengejek,‘Buat apa ikut lomba kalau ujung-ujungnya kalah?’Tapi saya tetap yakin bahwa apa yang saya tanam sekarang, hasilnya akan dipanen nanti,"sebut dia.

Keyakinan itu terbukti. Menjelang akhir kelas XI dan awal kelas XII, Khaidar mulai meraih kemenangan demi kemenangan. Spirit pantang menyerah itu ia bawa hingga kini menjadi mahasantri Ma’had Aly Tebuireng.

Ketika ditanya tentang rahasia suksesnya, Khaidar tidak langsung menyebut latihan atau teknik berbicara. Jawabannya sederhana: ridho orang tua.

"Persiapan paling utama adalah meminta ridho kedua orang tua. Mereka adalah semangat dan kunci keberhasilan saya. Setelah itu baru menyiapkan materi dan berlatih berulang kali,"ungkapnya.

Ia selalu menyempatkan diri untuk memohon doa restu sebelum berangkat lomba.

"Yang penting kita berusaha, lalu serahkan hasilnya kepada Allah. Dengan ridho orang tua dan doa, jalannya selalu terasa dipermudah,"tambahnya.

Khaidar menaruh minat besar pada bidang public speaking. Ia aktif mengikuti berbagai lomba da’i, pidato, dan syarhil Qur’an bukan semata untuk juara, melainkan untuk mengasah kemampuan berdakwah.

"Bidang yang saya minati adalah public speaking. Saya merasa Allah memberi potensi di bidang itu, sehingga saya ingin terus mengembangkannya,"jelasnya.

Baginya, kemampuan berbicara di depan publik adalah bekal penting dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah kepada masyarakat luas.

Meski telah meraih banyak penghargaan, Khaidar menegaskan dirinya tidak ingin cepat puas. Ia berharap pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

"Harapan saya, semoga saya tetap rendah hati, tidak mudah puas, dan terus semangat memperdalam ilmu serta pengalaman. Saya ingin menjadi versi terbaik dari diri saya sendiri,"ujarnya.

Ia juga berpesan kepada generasi muda, khususnya para santri, agar tidak mudah menyerah ketika gagal.

"Kalau kita mau berusaha, pasti ada jalan. Keyakinan pada diri sendiri itu penting. Jangan menyerah hanya karena gagal beberapa kali,"pungkasnya.

Halaman:

Tags

Terkini