nasional

Kapolri Ziarah ke Makam Marsinah dan Pimpin Ground Breaking Museum Pahlawan Nasional di Nganjuk

Minggu, 28 Desember 2025 | 19:38 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo ziarah ke makam Pahlawan Nasional Marsinah di Kabupaten Nganjuk (Divisi Humas Polri)

 

 

NGANJUK, MOCOSIK.COM – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melaksanakan ziarah ke makam Pahlawan Nasional Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (27/12/2025).

Usai ziarah, Kapolri memimpin prosesi peletakan batu pertama pembangunan Rumah Singgah sekaligus Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Kecamatan Sukomoro.

Kegiatan diawali dengan ziarah ke makam Marsinah sebagai bentuk penghormatan institusi Polri terhadap tokoh buruh nasional yang telah dianugerahi gelar pahlawan nasional. Kapolri dan rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB.

Kedatangan Kapolri disambut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea dan Marsini, kakak kandung Marsinah. 

Baca Juga: Kapolri Ungkap 87 Kontainer Pelanggaran Ekspor Produk Turunan CPO di Tanjung Priok

Turut hadir Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nganjuk.

Sejumlah pejabat utama Mabes Polri turut mendampingi Kapolri, di antaranya Kabaintelkam Polri Komjen Pol. Yuda Gustawan, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho, serta Wakabareskrim Polri Irjen Pol. Nunung Syaifuddin.

Prosesi ziarah diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Nganjuk KH Ali Mustofa Said, dilanjutkan dengan tabur bunga oleh Kapolri bersama rombongan.

Usai ziarah, Kapolri memimpin prosesi peletakan batu pertama pembangunan Rumah Singgah sekaligus Museum Pahlawan Nasional Marsinah yang berlokasi tidak jauh dari makam.

Kapolri menyampaikan, pembangunan museum dan rumah singgah tersebut bertujuan untuk mengenang perjuangan Marsinah sebagai tokoh buruh nasional sekaligus menjaga semangat perjuangan hak-hak pekerja.

"Pembangunan museum dan rumah singgah ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sejarah perjuangan buruh serta memberi manfaat bagi masyarakat,"ujar Kapolri.

Selain sebagai sarana edukasi, Kapolri menilai keberadaan museum tersebut juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui kunjungan masyarakat dan kalangan buruh dari berbagai daerah, sehingga berdampak pada pengembangan UMKM setempat.

Marsinah dikenal sebagai aktivis buruh PT Catur Putra Surya (CPS) yang diculik dan dibunuh pada Mei 1993 setelah memperjuangkan hak-hak pekerja.

Halaman:

Tags

Terkini