nasional

Disporapar Jombang Gelar Dialog Perizinan Usaha Pariwisata di Wonosalam

Selasa, 3 Februari 2026 | 18:34 WIB
Disporapar Jombang menggelar dialog perizinan usaha pariwisata di Wonosalam (dok.istimewa)

 

JOMBANG, MOCOSIK.COM – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Jombang menggelar Dialog Pelaku Industri Pariwisata bertema“Perizinan Usaha Sektor Pariwisata”melalui Program Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kegiatan ini berlangsung di Wisata Sendang Rejosari, Kecamatan Wonosalam, Selasa (27/1/2026).

Dialog tersebut diikuti oleh anggota ASPARJO (Asosiasi Pariwisata Jombang), para pengelola destinasi wisata, pengelola desa wisata, perwakilan hotel, serta perangkat daerah dan instansi terkait.

Kegiatan tersebut berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang aktif menyampaikan pertanyaan maupun berbagi pengalaman di lapangan.

Hadir sebagai narasumber utama, Hariyanto selaku Kepala Bidang Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, serta Idham Efendi dari Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). 

Baca Juga: Warga Karangbong Desak Dishub Sidoarjo Pasang Rambu Kelas Jalan

Keduanya memaparkan secara komprehensif, terkait mekanisme perizinan usaha sektor pariwisata serta ketentuan izin pemanfaatan air tanah.

Plt. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Jombang, Hartono menyampaikan, dalam dialog tersebut bahwa selama ini sebagian pelaku usaha masih memandang proses perizinan usaha pariwisata dan izin penggunaan air tanah sebagai prosedur yang rumit dan membutuhkan biaya besar.

"Setelah mendapatkan penjelasan langsung dari para narasumber, peserta memahami bahwa prosedur perizinan pada prinsipnya cukup jelas, dapat diakses, serta dapat ditempuh dengan pendampingan dari instansi terkait,"terangnya.

Hartono menjelaskan, selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diwarnai dengan dialog langsung antara pelaku usaha dan juga dinas teknis.

"Sejumlah persoalan teknis yang dihadapi pelaku usaha pariwisata dapat langsung memperoleh penjelasan dan solusi di tempat, sehingga dialog tidak hanya bersifat sosialisasi, tetapi juga menjadi forum pemecahan masalah secara konkret,"imbuhnya.

Sebagai tindak lanjut, pada akhir sesi disepakati pembentukan grup WhatsApp komunikasi lintas pelaku usaha dan instansi terkait.

"Wadah ini diharapkan menjadi sarana berkelanjutan untuk berbagi informasi, konsultasi, serta koordinasi pendampingan perizinan ke depan,"ujar Hartono.

Halaman:

Tags

Terkini