KOTA PASURUAN, MOCOSIK.COM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Pasuruan Kota Polda Jawa Timur memulai program penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar di Kota Pasuruan.
Program SPPG tersebut resmi dilaunching oleh Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uli bersama Bhayangkari Cabang Kota Pasuruan pada Rabu (28/1/2026) lalu.
Pada tahap awal, SPPG mampu mendistribusikan makanan bergizi kepada 1.635 penerima manfaat yang tersebar di 11 sekolah.
Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uli mengatakan, program MBG merupakan wujud komitmen Polri dalam mendukung program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas gizi generasi muda.
Baca Juga: Polres Pasuruan Tangkap Dua Pelaku Curanmor, Akui Beraksi di 18 TKP
"Dengan diluncurkannya program MBG dari Polres Pasuruan Kota Polda Jatim ini, menjadi langkah konkret Kepolisian dalam memperkuat pelayanan humanis, khususnya pada aspek kesehatan generasi muda,"ujar AKBP Titus, Senin (2/2/2026).
Pada pelaksanaan perdana, penyaluran MBG dilakukan di SMP Islam Kota Pasuruan yang berlokasi di Jalan KH. Abd. Hamid.
Para pelajar tampak antusias menerima paket makanan bergizi yang dibagikan langsung oleh tim SPPG Polres Pasuruan Kota.
AKBP Titus berharap, melalui program SPPG ini para pelajar dapat memperoleh asupan gizi yang lebih baik sehingga mampu menunjang prestasi serta meningkatkan semangat belajar di sekolah.
"Kami berharap para pelajar mendapatkan manfaat nyata dari program ini, baik untuk kesehatan maupun perkembangan akademiknya,"tambahnya.
Selain berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan pelajar, kegiatan ini juga dinilai mampu memperkuat hubungan humanis antara Polres Pasuruan Kota dan masyarakat.
"Kehadiran personel kepolisian di lingkungan sekolah membuka ruang komunikasi yang positif dan edukatif, sekaligus memberikan kesan hangat bagi para pelajar,"jelas AKBP Titus.
Polres Pasuruan Kota Polda Jatim memastikan program SPPG akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan merata, dengan pengawasan ketat dari tenaga ahli gizi guna menjamin kualitas dan keamanan makanan yang disalurkan.***