Bertalian dengan itu, pelaku UMKM pun mengalami peningkatan omzet selama periode libur Lebaran. Kevin, pedagang dari Rumah Makan Global yang berjualan makanan dan minuman di area glamping menyebut penjualannya meningkat seiring bertambahnya jumlah pengunjung.
“Awalnya kami memulai dengan omzet sekitar Rp1 juta per hari. Namun, melihat tingginya antusiasme pengunjung, kami meningkatkan kualitas dan jumlah produk, sehingga omzet kini bisa melampaui Rp1 juta per hari,” kata Kevin.
Hal serupa disampaikan Nita dari Café Sepaku Empat. Ia mengatakan penjualan meningkat signifikan pada hari-hari awal Lebaran.
“Awalnya omzet sekitar Rp1,8 juta per hari. Namun, selama Lebaran hari pertama hingga ketiga, omzet meningkat signifikan menjadi sekitar Rp10 juta sampai Rp15 juta per hari,” ujarnya.
Wahyu, penjual dawet ayu “Bang Brewok” yang berjualan di area Plaza Seremoni juga mencatat peningkatan penjualan dagangannya. “Omzet penjualan itu sekitar Rp10 sampai Rp12 juta per hari,” kata dia.
Sementara itu, Dina, pelaku UMKM souvenir Nusantara, menyebutkan omzet meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa, terutama dari penjualan baju Nusantara.
Troy pun menyampaikan penghargaan atas keikutsertaan para pelaku usaha dalam meramaikan momentum libur Lebaran di IKN. Menurutnya, peningkatan omzet para pelaku usaha ini tak sekadar berkah musiman.
“Namun juga menandai optimisme berusaha dan berinvestasi di Ibu Kota Nusantara. Kami mengajak masyarakat untuk jangan ragu-ragu memulai usaha dan berinvestasi di Ibu Kota Nusantara," kata dia.***