nasional

ASN Pemukul Perawat RSUD Bondowoso Resmi Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:56 WIB
ASN di Bondowoso ditetapkan tersangka kasus dugaan pemukulan perawat RSUD dr. Koesnadi (Humas Polres Bondowoso)

 


BONDOWOSO, MOCOSIK.COM – Polres Bondowoso menetapkan seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial APW, warga Kecamatan Tenggarang, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemukulan terhadap tenaga kesehatan (nakes) di RSUD dr. Koesnadi Bondowoso.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik Satreskrim Polres Bondowoso melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap korban, saksi-saksi, serta terlapor.

Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan, motif dugaan penganiayaan tersebut dipicu rasa tersinggung yang dialami tersangka.

"Motifnya adalah ketersinggungan,"kata AKBP Aryo saat konferensi pers di Mapolres Bondowoso, Rabu (24/6/2026). 

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Perampok Bersenjata Celurit di Bondowoso Ditembak Polisi

Menurut Kapolres, dugaan peristiwa bermula dari ucapan seorang tenaga kesehatan kepada nenek pasien yang kemudian disampaikan kepada pihak keluarga, termasuk tersangka. Merasa tidak terima, terjadi adu mulut yang berujung pada dugaan pemukulan terhadap korban.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bagian pipi kanan dan telah menjalani visum sebagai bagian dari proses penyidikan.

"Untuk saat ini penyidik akan segera melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Bondowoso,"ungkapnya.

Secara terpisah, dokter spesialis RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, Yusdeny Lanasakti mengapresiasi langkah cepat Polres Bondowoso dalam menindaklanjuti laporan yang telah disampaikan korban.

Ia berharap proses hukum berjalan secara tuntas dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh pihak, khususnya tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

"Yang terpenting tenaga kesehatan harus mendapatkan perlindungan. Kami bekerja untuk membantu dan menyelamatkan jiwa, sehingga harus mendapat jaminan keamanan saat menjalankan tugas,"katanya.

Yusdeny juga berharap, kasus tersebut menjadi pembelajaran bersama agar kejadian serupa tidak kembali terulang di lingkungan pelayanan kesehatan.

Sebelumnya, kasus ini menjadi perhatian publik setelah video dugaan pemukulan terhadap seorang perawat viral di media sosial. Rekaman tersebut diunggah oleh dokter spesialis RSUD dr. Koesnadi, Yusdeny Lanasakti, pada 8 Juni 2026.

Halaman:

Tags

Terkini