JOMBANG, MOCOSIK.COM – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM PM) Universitas PGRI Jombang mengimplementasikan Program LASKARA (Penguatan Literasi dan Efikasi Diri melalui Siklus Pembelajaran 5E Terintegrasi Metode Fernald dan Cognitive Behavioral Therapy/CBT) di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Ar-Ridlo, Jombang.
Program yang mulai dilaksanakan pada Minggu (19/7/2026) ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi dasar sekaligus membangun kepercayaan diri anak-anak asuh melalui pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
Tim PKM PM dipimpin Chalimatus Sa'diyah dengan anggota Ahmad Firman Syah, Santika Aliyah Firdaus, Farda Rahmawanda, dan M. Zainur Rohman Al-Fa'iqi. Kegiatan tersebut didampingi dosen pembimbing Banu Wicaksono, S.S., M.Pd.
Baca Juga: Direktur Bandung TV Alit Suwirya Terpilih Aklamasi Pimpin ATVLI Periode 2026–2030
LASKARA menjadi bentuk pengabdian mahasiswa dalam menjawab rendahnya kemampuan literasi dasar dan efikasi diri anak-anak di LKSA Ar Ridlo.
Program ini menggabungkan metode Learning Cycle 5E, metode Fernald berbasis multisensori, serta pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) agar pembelajaran tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga memperkuat aspek psikologis peserta.
Pelaksanaan diawali melalui kegiatan PIJAR LASKARA, berupa sosialisasi program dan asesmen awal menggunakan instrumen Early Grade Reading Assessment (EGRA) yang telah disesuaikan dengan kebutuhan program.
Tim juga mengukur tingkat efikasi diri peserta sebagai dasar penyusunan strategi pembelajaran yang lebih adaptif sesuai karakter masing-masing anak.
Selanjutnya, tim menggelar Training of Trainers (ToT) bagi para pengasuh LKSA Ar Ridlo. Pelatihan ini bertujuan agar pengasuh mampu melanjutkan pendampingan literasi secara mandiri sehingga program tetap berkelanjutan setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.
Pada tahap LASKARA KARSA, pembelajaran dikemas melalui berbagai aktivitas menarik seperti permainan tebak gambar dan kata, storytelling, board game interaktif, afirmasi positif, mini challenge membaca, hingga permainan edukatif yang dirancang untuk meningkatkan rasa percaya diri anak.
Pendekatan tersebut mendapat respons positif. Anak-anak yang sebelumnya cenderung pemalu mulai berani menjawab pertanyaan, aktif mengikuti permainan, dan antusias saat diminta membaca kata-kata sederhana.
Media pembelajaran yang interaktif membuat proses belajar terasa menyenangkan sehingga peserta lebih mudah terlibat dalam setiap kegiatan.
Ketua Tim PKM PM, Chalimatus Sa'diyah, mengatakan tahap awal program menjadi fondasi penting sebelum peserta memasuki pembelajaran literasi yang lebih intensif.