MOCOSIK.COM – Polres Tulungagung, mengamankan tujuh oknum pesilat, diduga terlibat Kasus Penganiayaan pada Sabtu, (11/03/2023) sekitar pukul 01.30 WIB, di Jalan Raya Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung.
Kapolres Tulungagung, AKBP Eko Hartanto S.I.K melalui Kasat Rekrim, AKP Agung Kurnia Putra menjelaskan, akibat ulah tujuh oknum pesilat tersebut, mengakibatkan 2 (Dua) orang menjadi korban.
Sementara ketujuh terduga pelaku tersebut terdiri dari 4 orang dewasa dan 3 orang pelaku masih anak anak – anak.
Baca Juga: Tanggapi Pemberitaan Bangunan Sumur Dalam dan MCK, Kades Sidomulyo: Harusnya Konfirmasi Dulu
"Pelaku 7 (Tujuh) orang, 4 orang diantaranya dewasa dan 3 orang pelaku masih anak anak,"ujar Agung Kurnia Putra, saat menggelar Konferensi Pers, Senin (13/03/2023).
Agung Kurnia Putra yang didampingi Kasi Propam, Kasi Humas dan Kanit Pidum mengatakan, modus operandi pelaku yakni 2 korban dari salah satu perguruan pencak silat, dari tujuh pelaku merasa sakit hati karena rekan rekan pelaku dianiaya diwilayah kabupaten Kediri.
"Pelaku menyanggong korban saat pulang dari wilayah Kediri. Saat di TKP, pelaku menghentikan korban secara paksa hingga terjatuh, kemudian dilakukan penganiayaan dan diambil atribut milik korban,"imbuhnya.
Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain: Hasil Visum Et Repertum Kaos identitas perguruan pencak silat hasil rampasan Sabuk mori Pagar Nusa 1 (satu) buah sepeda motor.
Untuk diketahui, bahwa Kasus Penganiayaan ini merupakan kasus ke 7 sampai bulan maret 2023 di wilayah hukum Polres Tulungagung.
Dimana Kasus Penganiayaan dan perkelahian antar perguruan di wilayah Tulungagung hingga Maret 2023, ada 36 pelaku yang sudah dilakukan proses penyidikan.
“Dari 36 pelaku, terdiri dari 22 orang dewa dan 14 orang anak anak, yang melibatkan perkelahian yang melibatkan pergurauan pencak silat,"ucap Agung Kurnia Putra.
Agung Kurnia Putra juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tulungagung, apabila melihat adanya konvoi atau indikasi perkelahian antar perguruan pencak silat untuk menginformasikan ke pihak Kepolisan.