BUKITTINGGI, MOCOSIK.COM - Pekan Literasi Bung Hatta Tahun 2026 dalam rangka memperingati 124 tahun hari lahir Mohammad Hatta resmi digelar di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.
Kegiatan yang diselenggarakan untuk menggali kembali pemikiran dan keteladanan Sang Proklamator tersebut dipusatkan di Aula Perpustakaan Proklamator Bung Hatta.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, Selasa (11/8/2026), menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya ajang tahunan tersebut. Ia menegaskan bahwa Kota Bukittinggi memiliki kebanggaan dan kehormatan tersendiri sebagai tanah kelahiran Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut.
"Melalui Pekan Literasi Bung Hatta Tahun 2026 ini, mari kembali kita jadikan buku sebagai sahabat, perpustakaan sebagai ruang belajar sepanjang hayat dan literasi sebagai budaya yang tumbuh di tengah masyarakat," kata Ibnu Asis.
Baca Juga: Perpusnas Ajak Generasi Muda Teladani Bung Hatta: Berakar pada Budaya, Berwawasan Global
Ibnu Asis menambahkan, Pemerintah Kota Bukittinggi berkomitmen untuk terus mendukung penguatan budaya literasi melalui peningkatan kualitas layanan perpustakaan, kolaborasi bersama dunia pendidikan serta komunitas literasi, dan program-program penunjang pengembangan sumber daya manusia.
Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Gubernur Sumbar Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Jasman, menyebut Bung Hatta sebagai figur teladan yang menjadi lubuk ilmu dengan gagasan yang melampaui zaman.
"Banyak pemikiran beliau yang melampaui zaman. Bung Hatta memiliki pendirian teguh dan menjadi otak serta nurani negara Republik Indonesia ini. Bung Hatta, juga merupakan Bapak koperasi dan bapak ekonomi di negara ini," ujar Jasman.
Jasman menilai Bung Hatta merupakan sosok negarawan yang logis, tidak gila jabatan, serta menguasai enam bahasa yang mencerminkan pribadi Minangkabau sejati. Menurutnya, Bung Hatta adalah simbol bahwa literasi memiliki kekuatan yang lebih tajam dari peluru.
"Hari ini kita peringati hari lahir Bung Hatta. Selamat hari lahir Bung Hatta ke 124. Mari bersama kita bedah pemikiran Bung Hatta untuk menjadi teladan dalam menjalankan pemerintahan dan membangun Sumatra Barat yang maju, unggul dan berdaya saing," tuturnya.
Sementara itu, putri Bung Hatta, Prof. Meutia Farida Hatta, yang hadir secara daring, menyampaikan pesan penting mengenai perlunya menghidupkan kembali nalar kebangsaan bagi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan berkarakter.
"Sekarang tidak hanya cukup dengan membaca, tapi harus ditambah dengan pemahaman melalui nalar yang baik dan positif. Kita harus bisa memikirkan upaya untuk kemajuan tanah air. Inilah salah satu kepribadian Bung Hatta yang bisa kita teladani," ungkap Meutia.