Jonathan Latumahina Ayah David Ozora Sebut Para Terdakwa Tampak Stres dan Teriak Teriak Dalam Sel Tahanan

photo author
- Rabu, 5 April 2023 | 12:57 WIB
Jonathan Latumahina, ayah David Ozora mengungkapkan fakta mengejutkan selama sidang berlangsung terdakwa tampak stres dan teriak teriak (Insert Live)
Jonathan Latumahina, ayah David Ozora mengungkapkan fakta mengejutkan selama sidang berlangsung terdakwa tampak stres dan teriak teriak (Insert Live)


MOCOSIK.COM - Sidang kasus penganiayaan David Ozora (17) dengan terdakwa AG (15) telah digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (4/4/2023).

Dalam sidang tertutup tersebut, pemeriksaan saksi dilakukan di hadapan majelis hakim, termasuk Mario Dandy dan Shane yang merupakan dua tersangka lain dalam kasus ini.

Jonathan Latumahina, ayah David Ozora, hadir di persidangan dan mengungkapkan fakta mengejutkan yang terjadi selama sidang berlangsung. Ia mengatakan, para terdakwa tampak stres dan bahkan teriak-teriak dalam sel tahanan. 

Baca Juga: Ida Dayak Wanita Sakti Asal Kalimantan Timur Diungkap Pesulap Merah

Tidak hanya itu, Jonathan Latumahina juga menyebut bahwa para terdakwa saling serang di depan majelis hakim.

Menurut tulisan Jonathan Latumahina dalam cuitannya di Twitter pada Rabu (5/4), banyak hal yang tidak tersampaikan di media karena sidang itu tertutup. Dia menyebutkan, bahwa banjir airmata juga terjadi di dalam sel tahanan, yang pernah dia janjikan.

Jonathan Latumahina pun berharap agar sidang dengan terdakwa Mario Dandy dan Shane bisa terbuka untuk umum atau disiarkan secara langsung agar publik mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

"Sidang selanjutnya (mario dan shane) live dong, kan mereka bukan anak2," tulisnya.

Sementara itu, AG didakwa Pasal 353 ayat 2 KUHP dan Pasal 355 ayat 1 tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun. AG dianggap ikut mengambil peran dalam pengeroyokan yang dilakukan Mario Dandy dan Shane kepada David Ozora.

Kasus penganiayaan ini memang menjadi sorotan publik karena pelaku dan korban masih berusia di bawah umur. Kekerasan fisik yang terjadi di antara mereka mengindikasikan adanya masalah serius yang perlu dicari akar penyebabnya dan diatasi.

Dalam rangka menghindari kejadian serupa di masa depan, para orangtua dan warga harus lebih memperhatikan dan memastikan bahwa anak-anak mereka tidak terlibat dalam perilaku kekerasan atau berteman dengan orang yang cenderung menggunakan kekerasan.

Sebagai masyarakat, kita harus mendukung upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan yang melibatkan anak di bawah umur dengan cara melaporkannya ke pihak berwenang. 

Baca Juga: Kemenag Menetapkan Jadwal Wawancara Akhir Seleksi JPT Pratama 2023

Dalam kasus ini, sidang dengan terdakwa Mario Dandy dan Shane harus terbuka untuk umum agar publik dapat mengetahui detail yang sebenarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rudiyanto Mocosik.

Sumber: Insert live

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X