Mengenal Lebih Dekat tentang Legenda Putri Kencono Wungu Trowulan

photo author
- Rabu, 17 Mei 2023 | 10:47 WIB
Makam Putri Kencono Wungu Trowulan (Imam)
Makam Putri Kencono Wungu Trowulan (Imam)

MOCOSIK.COM - Ketika mendengar kata Trowulan, mungkin yang terlintas di benak kita adalah situs candi Agung Trowulan sebagai bekas ibu kota Kerajaan Majapahit.

Namun, tidak banyak yang tahu bahwa Trowulan terkenal juga dengan legenda Putri Kencono Wungu yang hingga kini masih melegenda di kalangan masyarakat.

Putri Kencono Wungu adalah putri dari Raja Suko atau Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit. Ia adalah putri satu-satunya Raja Suko yang dilahirkan dari selir, sehingga ia tidak dianggap sebagai putri raja yang sah.

Baca Juga: 13 Panduan Lengkap Sejarah dan Wisata Gunung Kelud dengan Keindahan yang Memikat Wisatawan

Namun begitu, Putri Kencono Wungu terkenal akan kecantikannya yang memukau dan kepandaiannya dalam seni musik.

Suatu hari, Sunan Ampel dari Kerajaan Demak datang berkunjung ke Trowulan. Sunan Ampel terpesona akan kecantikan Putri Kencono Wungu dan memutuskan untuk melamarnya.

Namun sayangnya, Putri Kencono Wungu menolak lamaran tersebut karena alasan sudah berjanji dengan seorang pria bernama Arya Penangsang.

Arya Penangsang pada saat itu adalah patih Tuban yang menawarkan bantuan kepada Raja Suko dalam memadamkan pemberontakan. Ia sukses dalam tugasnya dan diangkat sebagai adipati oleh Raja Suko.

Putri Kencono Wungu merasa terhormat dengan kemenangan Arya Penangsang dan menjanjikan untuk menikahinya jika ia berhasil menangkap Si Pitung, sosok misterius yang meresahkan rakyat Jawa Timur.

Arya Penangsang berhasil menangkap Si Pitung dan memenuhi janjinya dengan menikahi Putri Kencono Wungu.

Namun, setelah menikah, Arya Penangsang berubah menjadi sosok pemarah dan kejam. Ia bahkan membunuh Brawijaya V, ayah kandung Putri Kencono Wungu.

Merasa sedih dan kecewa, Putri Kencono Wungu memilih untuk bunuh diri dengan cara menyantap racun beracun.

Baca Juga: Berbicara Mengenai Sejarah Wisata Nusa Lembongan Bali

Sejak itu, ia dikenal sebagai Putri Kencono Wungu yang menjadi simbol kesedihan dan tragis dalam sejarah Kerajaan Majapahit.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rudiyanto Mocosik

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X