Enam Ajaran Pokok Islam Etika Silaturrahim, Salah Satunya Diluaskan Rizkinya dan Dipanjangkan Umurnya

photo author
- Kamis, 16 Januari 2025 | 10:00 WIB
Ilustrasi Enam Ajaran Pokok Islam Etika Silaturrahim (Pinterest)
Ilustrasi Enam Ajaran Pokok Islam Etika Silaturrahim (Pinterest)

 

MOCOSIK.COM - Silaturrahim adalah salah satu ajaran pokok dalam Agama Islam. Sebab, makna Islam sebagai agama kasih sayang (rahmatan lil-alamin), salah satunya diwujudkan dengan bersilaturrahim.

Oleh karena itu, banyak sekali perintah Allah yang maksud tentangnya, baik dalam Al-Qur'an, Hadis, maupun nasehat-nasehat ulama.

Allah SWT berfirman,“Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu (Adam) dan Dia menciptakan darinya pasangannya (Hawa).

Baca Juga: 5 Doa Tahlil Lengkap dalam Bahasa Arab yang Wajib Diketahui dan Diamalkan

Dari keduanya, Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.143) Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu. (An-Nisā' :1)

Dari Jubair bin Muth'im, Nabi SAW bersabda,“Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan hubungan persaudaraan.”(Muttafaq‘Alaih). Nabi saw bersabda,“Barangsiapa senang diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya (diberkahi), maka hendaklah ia Bersilaturrahim. "(Muttafaq‘Alaih)

Karena Sillaturrahim merupakan ajaran pokok, maka Islam telah menetapkan etika tertentu tentangnya.

Pertama, dahulukan mengunjungi kerabat dekat, terutama orang tua, dan senantiasa menggembirakan hati mereka. Allah SWT berfirman,“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya.”(Q.S. al-Isra':26).

Kedua, memberikan sesuatu sekedar oleh-oleh. Dengan cara ini, seseorang tidak saja mendapat pahala Bersilaturrahim, tetapi juga pahala sedekah dan membahagiakan orang lain. Nabi bersabda,“Kebaikan yang paling Allah senangi setelah ibadah fardhu adalah memberikan kebahagiaan kepada saudara semuslim.” (H.R. ath-Thabrani).

Ketiga, memberi nasehat/peringatan bagi yang membutuhkannya dan jalan keluar bagi yang sedang menemui kesulitan. Allah SWT berfirman,“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.”(Q.S. asy-Syu`ara' :214. Abu Hurairah menjelaskan bahwa ketika ayat ini turun, Nabi mengumpulkan kerabatnya dan menasehatinya.

Baca Juga: 7 Manfaat Puasa yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Keempat, bersedekah kepada mereka yang miskin. Allah SWT berfirman,“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai.”(Q.S. Ali `Imran [3]:92).

Kelima, tidak membalas keburukan dan tidak mengharap Silaturrahim balasan. Allah SWT berfirman,“Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan.”(Q.S. al-Radd :21). Nabi bersabda,“Yang disebut penghubung kekerabatan (orang yang Bersilaturrahmi dengan sempurna), bukanlah yang membalas hubungan kekerabatan. Yang benar adalah menghubungkan kembali tali kekerabatan yang terputus.”(H.R. Bukhari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rudiyanto Mocosik

Sumber: kemenag.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Hukum Jika Meninggalkan Sholat Jumat karena Pekerjaan

Minggu, 2 Februari 2025 | 06:00 WIB

10 Kata-Kata Motivasi Islami Penuh Makna Part

Jumat, 17 Januari 2025 | 20:00 WIB
X