MOCOSIK.COM - Ramadan merupakan bulan suci bagi umat Islam di seluruh dunia. Selama bulan ini, umat Islam diwajibkan untuk berpuasa sebagai bentuk ibadah dan penghormatan terhadap Allah SWT.
Menurut madzhab Syafii, umat Islam diwajibkan untuk berniat puasa setiap malam hari untuk esok harinya. Namun, ada juga tradisi khusus yang sudah mengakar di masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa, yaitu setelah shalat tarawih, jamaah secara bersama-sama mengucapkan niat untuk berpuasa besoknya.
Dengan tradisi ini, diharapkan umat Islam tidak akan lupa untuk berniat puasa di setiap harinya.
Baca Juga: 25 Tema Ceramah Islami dan Inspiratif Ramadhan 2023 untuk Kultum Selama Bulan Puasa
Pentingnya Niat dalam Berpuasa Menurut Madzhab Syafii
Seperti yang kita tahu, niat menjadi hal yang diwajibkan dalam berpuasa. Jika seseorang lupa untuk berniat, maka puasa yang dilakukan tidak sah dan harus meng-qodho-nya.
Oleh karena itu, Syekh Nawawi al-Bantani memberikan solusi dengan cara taqlid atau mengikuti madzhab lain, dalam hal ini Imam Malik, yang memperbolehkan niat puasa dilakukan satu kali di awal Ramadan untuk satu bulan.
Namun demikian, Syekh Nawawi al-Bantani tidak mewajibkan hal ini. Beliau hanya menyarankan agar nantinya ketika ada situasi di mana kita lupa tidak berniat, maka niat yang kita lakukan di awal Ramadan tersebut sudah mewakili dan tidak wajib meng-qodho di kemudian hari (taqlidan lil Imam Malik).
Menurut madzhab Syafii, di awal bulan Ramadan disunahkan untuk berniat puasa sebulan penuh. Dengan demikian, tidak perlu lagi berniat tiap harinya, sesuai dengan pendapat Imam Malik.
Lafadz Niat Puasa Menurut Madzhab Syafii
Adapun lafadz niat puasa menurut madzhab Syafii adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya berniat puasa Ramadhan satu bulan penuh di tahun ini, taqlid terhadap Imam Malik, fardhoh karena Allah SWT.”