"Sebagai umat beragama, kita perlu menyikapinya dengan bijaksana, agar tidak terjadi benturan antara agama dan budaya,"katanya.
Dengan digelarnya FFPMB 2023 ini, Shervin Anggraeni dan tim merasa terbangun pemikirannya, bahwa Toleransi Beragama bukan hanya antara agama satu dengan agama lain. Akan tetapi, Toleransi Beragama juga dibutuhkan antara suatu agama dengan budaya yang berkembang di masyarakat.
"Semoga Moderasi Beragama yang melahirkan toleransi, semakin mewarnai demi menjaga perdamaian bangsa kita dan dunia,”ucap Shervin Anggraeni, dengan penuh harap.
Selain itu, Shervin Anggraeni juga mengapresiasi tim kecilnya yang telah mempersembahkan film pendek berdurasi lebih kurang 10 menit, itu dengan baik. Meski disiapkan dalam waktu singkat, namun mampu meraih juara 1.
"Terima kasih kepada penulis skenario dan sutradara, Mas Amrullah dan astrada Mas Erik. Juga kameramen dan editor, Mas Anas dan Mas Cica. Tak lupa teman-teman akting, Mbak Lila, Mas Adib, Mas Randi, dan Pak Sugianto,"pungkas Shervin Anggraeni.***
Artikel Terkait
Pusdiklat Kemenag Buka Lima Pelatihan Online, Cek Berikut Ini Daftarnya
Strategi Kemenag Mengaplikasikan Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila di Madrasah & Sekolah Agama
Kemenag Gelar Kompetisi Desain Batik Haji Indonesia, Ini Syarat dan Ketentuannya
Kemenag Terbitkan 98.972 Surat Keputusan Inpassing untuk Guru Madrasah Non ASN
Kemenag Targetkan Angka Kawin Anak Turun 8,74 Persen di 2024, Agus Suryo Suripto: Dapat Menyebabkan Stunting