Ingatkan Pesan Presiden Jokowi, Yaqut Cholil Qoumas: Laporkan Kalau Ada ASN yang Minta Dilayani

photo author
- Rabu, 31 Januari 2024 | 06:30 WIB
Menag Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag untuk terus melayani umat (kemenag.go.id)
Menag Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag untuk terus melayani umat (kemenag.go.id)

 

YOGYAKARTA, MOCOSIK.COM - Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas kembali mengingatkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama (Kemenag), untuk terus melayani umat.

Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, bahwa tak boleh ada lagi pejabat yang bermental kolonial dan selalu minta dilayani.

Hal tersebut diungkapkan Menag, pada acara Pembinaan Penguatan Moderasi Beragama di Wilayah Kemenag dI Yogyakarta, yang diselenggarakan di Asrama Haji Yogyakarta, Selasa (30/1/2024).

Baca Juga: Menag Raih Penghargaan GATRA Award 2023 Kategori Transformasi Digital Layanan Keagamaan

"Saya ingin mengingatkan kembali apa yang disampaikan Presiden Jokowi berkali-kali kepada ASN, terutama kepada ASN Kemenag, bahwa ASN harus mengubah kultur lamanya yang minta dilayani menjadi melayani. Tak boleh ada lagi pejabat seperti jaman kolonial yang minta dilayani setiap hari,"terang Menag.

Menag menyampaikan, kalau ada pejabat seperti itu langsung laporkan dan akan selalu saling mengawasi.

"Laporkan kalau ada yang minta aneh-aneh, laporkan saja. Tidak boleh lagi yang minta dilayani, pejabat itu harus melayani,"ungkap Yaqut Cholil Qoumas, kepada ratusan ASN yang hadir.

Menurut Menag, mindset melayani tersebut harus dimiliki oleh setiap ASN terutama ASN Kemenag. Karena di era saat ini, ASN diawasi oleh masyarakat, baik langsung ataupun melalui media sosial.

"Karena diawasi, ASN sebagai pelayan umat layaknya ikan yang hidup di akuarium. Semua terlihat dengan jelas dan tak ada yang ditutupi. Jadi yang terjadi di Bantul, Sleman, Jogja pasti di Jakarta tahu. Saya ngerti hampir detil, karena memiliki data informasi,"ungkapnya.

Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan, untuk memantaunya secara langsung, dirinya dibantu oleh para pejabat dan ASN Inspektorat Jendral.

"Saya dibantu Pak Irjen untuk mendapatkan atensi dan dicek kabar yang terjadi di lapangan,"jelasnya.

Lebih lanjut, Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, bahwa semua yang dilakukan semata-mata hanya ingin membuat Kemenag menjadi kementerian yang benar-benar melayani umat, bukan dilayani. Dan pihaknya berharap, tak ada lagi praktik penyimpangan di Kemenag

“Ini Kementerian yang satu-satunya menyandang nama agama. Oleh karena itu, dengan menyandang nama agama, justru tugas kita jadi berat, karena nilai agama harus menjadi inspirasi dalam melayani umat,"tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rudiyanto Mocosik

Sumber: kemenag.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X