"Di Tambak Beras Jombang ini, banyak sekali guyonan-guyonan santri yang mampu mengajarkan kepada anak-anak tentang perbedaan dan perdamaian yang sampai hari ini kita rasakan,"kata Gus Aam.
Baca Juga: Dewan Pimpinan MUI Jombang Resmi Dilantik dengan Masa Khidmat 2024-2029, Ini Pesan Pj Bupati Jombang
Lebih lanjut, Gus Aam menambahkan, sikap toleransi terhadap perbedaan yang terbangun di Ponpes Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang sudah mendarah daging.
"Toleransi terhadap perbedaan dari anak-anak kita yang berbeda suku, dengan bahasa apa pun, sudah mengalir sejak dahulu,"tuturnya.
Menurutnya, perbedaan di Ponpes adalah khazanah kekayaan yang harus dipertahankan dan tidak boleh dihilangkan menjadi satu warna.
Sebelumnya, PeaceSantren telah sukses dilaksanakan di Pesantren Az-Ziyadah Jakarta Timur pada 16 Maret 2024 lalu. Selanjutnya, PeaceSantren akan kembali diadakan di Pesantren Al-Musaddadiyah Garut (23 Maret 2024), Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta (27 Maret 2024) dan Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang (30 Maret 2024).***
Artikel Terkait
Pusdiklat Kemenag Buka Lima Pelatihan Online, Cek Berikut Ini Daftarnya
Strategi Kemenag Mengaplikasikan Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila di Madrasah & Sekolah Agama
Kemenag Gelar Kompetisi Desain Batik Haji Indonesia, Ini Syarat dan Ketentuannya
Kemenag Terbitkan 98.972 Surat Keputusan Inpassing untuk Guru Madrasah Non ASN
Kemenag Targetkan Angka Kawin Anak Turun 8,74 Persen di 2024, Agus Suryo Suripto: Dapat Menyebabkan Stunting