JOMBANG, MOCOSIK.COM - Akibat curah hujan cukup tinggi sejak Sabtu, 7 Desember hingga hari ini, 9 Desember 2024, membuat warga di Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, kini dilanda banjir.
Bahkan, dari tingginya air yang terus meningkat tersebut, maka menyebabkan aktivitas masyarakat setempat menjadi terganggu. Salah satunya yang paling parah terdampak, adalah di Dusun Beluk Timur.
Suwoto (61), warga setempat mengaku, bahwa banjir tersebut terjadi akibat meluapnya air sungai dan hujan deras yang terus mengguyur di wilayahnya.
Baca Juga: 3 Pelaku Penganiayaan di Jalan Gusdur Jombang Diringkus Polisi, Begini Kronologinya
"Bahkan, aktivitas berjualan dan belanja menjadi lumpuh, akibat akses jalan dan situasi yang tidak memungkinkan,"ucapnya. Senin, (9/12/2024).
Menurutnya, hujan yang paling deras adalah kemarin dan airnya paling tinggi. Sehingga air dari sungai meluap.
"Kegiatan sehari-hari saya yang biasanya belanja dan membuka toko, kini terhenti akibat banjir. Disamping itu, jalanan menjadi terputus. Sebenarnya bisa, tapi harus memutar jalan, dan harus menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam an,"keluh Suwoto.
Meski sudah beberapa hari dilanda banjir, Suwoto mengaku belum menerima bantuan dari pemerintah. Namun untuk makan sehari-hari, sudah terpenuhi.
"Kalau makan sudah ya seadanya lah. Ada mie ya dimakan, tadi dari tetangga-tetangga dan warga sekitar juga ada yang keliling ngasih makanan ke rumah-rumah. Tapi kalau bantuan dari pemerintah selama ini belum ada. Ya nggak tahu juga, mungkin masih proses atau gimana saya kurang tau,"katanya.
Suwoto berharap, ditengah kesulitan yang dilanda ini, agar segera mendapatkan perhatian dari pemerintah untuk penanganan yang lebih baik.
Hal senada juga diungkapkan Mahendra Eka (23), salah satu peternak kambing di Desa tersebut. Ia menyebut, jika banjir sudah berlangsung sekitar tiga hari yang lalu. Tentunya, itu sangat mengganggu aktivitasnya. Apalagi ia mempunyai peliharaan kambing.
"Kambing-kambing saya nggak bisa dipindahkan, karena tidak ada yang bisa mengangkut. Apalagi tempat yang aman untuk mengungsikan kambing, juga sulit ditemukan. Sedangkan untuk pakan kambing, saya nyarinya yang kering-kering,"ujarnya.
Ia pun berharap, agar banjir ini segera surut dan pemerintah segera membersihkan sungai, serta meningkatkan tinggi tanggul untuk mencegah terjadinya banjir lebih lanjut.
"Ledengnya (tanggul_red) harus lebih tinggi, sungainya juga harus dibersihkan dari eceng gondok dan sampah,"tambahnya.
Artikel Terkait
Sering Bikin Onar di Kampung, Warga Desa Sumberteguh Jombang Tewas Dikeroyok 2 Orang
3 Pelaku Penganiayaan di Jalan Gusdur Jombang Diringkus Polisi, Begini Kronologinya
Sembunyikan Paket Sabu di Pos Kamling dan Pinggir Sungai, 3 Supir Asal Jombang Dibekuk Polisi
Presiden RI Prabowo: Rakyat Pasti Bahagia Kalau Pemerintah Bersih dan Adil
Pemkab Jombang Luncurkan Program Interkoneksi Wisata Religi Edukatif