Pada kesempatan tersebut, Bupati Jombang juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh SDM Pilar-Pilar Sosial di Kabupaten Jombang atas kontribusi nyata mereka dalam membantu pemerintah mensukseskan berbagai program sosial.
Kegiatan dialog ini diharapkan dapat menghasilkan gagasan dan solusi konkret bagi permasalahan sosial yang ada di Kabupaten Jombang, sehingga dapat mewujudkan visi "Jombang yang Maju dan Sejahtera untuk Semua".
Pada acara tersebut, juga di tampilkan aksi dari Pilar Sosial Kabupaten Jombang. Selain menampilkan paduan suara yang membawakan lagu medley sera menampilkan Fragmen ground ceck DTSEN.
Penampilan pilar-pilar sosial Jombang tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga sebagai bentuk ekspresi semangat dan dedikasi mereka dalam menjalankan tugas.
Penampilan fragmen menggambarkan kegiatan para pilar sosial di lapangan, seperti pendampingan keluarga penerima manfaat (KPM), penyuluhan sosial, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata kepada Gus Menteri dan Wakil Menteri mengenai kontribusi pilar-pilar sosial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jombang
Syaifullah Yusuf mengapresiasi penampilan paduan suara yang membawakan lagu medley dan mengajak pilar sosial bernyanyi bersama beberapa lagu religi, lagu laskar pelangi dan beberapa lagu lain yang berhubungan dengan tugas tugas pendamping PKH, Tagana, TKSK.
Baca Juga: Kunjungi Banjir di Jombang, Mensos Gus Ipul Serahkan Bantuan Rp300 Juta
Gus Ipul selain memaparkan program program Kementerian Sosial juga rincian anggaran Jombang dan Nganjuk.
"Kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga terkait sangat penting untuk menurunkan angka kemiskinan secara ekstrem, integrasi program-program sosial perlu ditingkatkan,"tuturnya.
Selain itu juga menyampaikan pentingnya data terpadu dan berkelanjutan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN) menjadi acuan bagi semua pihak.
"Masyarakat dapat mengecek kelayakan penerimaan bantuan sosial melalui aplikasi "Cek Bansos", paparnya.
"Masyarakat juga dapat mengajukan sanggahan jika ada ketidaksesuaian data,"tambahnya.
Mensos juga memberikan kesempatan berdialog dengan para pilar sosial (pendamping PKH, Tagana, TKSK) di Kabupaten Jombang dan Nganjuk. Dialog ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas program-program sosial dan memastikan bantuan tepat sasaran.
"Setiap pendamping PKH diharapkan dapat membantu minimal 10 keluarga penerima manfaat (KPM) untuk mandiri setiap tahun,"pungkasnya.***
Artikel Terkait
Jelang Pilkada Serentak 2024, Pemkab Jombang Gelar Pasukan Anggota Satlinmas
Wujudkan Pilkada 2024 Damai dan Tolak Hoaks, Pemkab Jombang Gelar Kopilaborasi Bersama Media
Pemkab Jombang Terima Penghargaan Peringkat 2 Terbaik Capaian Indeks Kepuasan Masyarakat
Pemkab Jombang Kirim 90 Atlet Forda II Kormi Jatim 2024, Teguh Narutomo: Targetkan Juara Umum
Event 5th Annual Jombang Bureaucracy Award 2024, Pemkab Jombang Raih Indeks Kepuasan Masyarakat No 2 se Jatim