"Jadi one way di tingkat provinsi Jabar kemudian kita tarik ke Jawa Tengah baru kemudian begitu arusnya memang tidak bisa ditahan lagi baru kita tarik menjadi one way mulai dari KM 70 sampai KM 414. Ini tentunya di satu sisi bisa membuat masyarakat yang akan berangkat mudik ke arah barat mendapatkan kesempatan bisa menggunakan jalur tol demikian juga di jalur arteri bisa lebih teratur. Ini tentunya upaya kami terus melakukan perbaikan dalam hal pelayanan publik,"ujarnya.
Terkait dengan potensi terjadi bencana saat mudik, Sigit menyampaikan pihak BMKG sudah menyampaikan ada beberapa wilayah yang potensial terjadi hujan termasuk Jawa Tengah, Yogyakarta dan beberapa wilayah di Jawa Timur.
Di pos terpadu, kata Sigit, pihaknya sudah mempersiapkan personel gabungan yang terdiri dari Polri, Basarnas dan TNI dengan peralatan yang bisa digunakan secara cepat pada pada saat terjadi potensi bencana apakah tanah longsor, atau bencana lain.
"Apabila terjadi banjir kita siapkan evakuasi namun untuk menghadapi jalur yang ada kita siapkan jalur alternatif apabila jalur utama terendam banjir,"pungkasnya.***
Artikel Terkait
Kapolri Siapkan Langkah Antisipasi Serangan Siber dan Teroris pada KTT ASEAN di Jakarta
Kapolri Buka Kemala Run 2024 di ICE BSD, Winta Wahyu Widada: Diikuti 10 Ribu Peserta
Peringati HUT Bhayangkara ke 78, Kejuaraan Kapolri Cup Badminton Championship 2024 Resmi Dibuka
Kapolri Temui Tim Negosiator Pembebasan Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens yang Disandera KKB
Kapolri Perintahkan Kapolda Sumbar Usut Tuntas Motif Penembakan Kasat Reskrim di Polres Solok Selatan