Kemenag Luncurkan Kursus Bahasa Inggris untuk 300 Guru MI, Begini Cara Daftarnya

photo author
Jagad Hanugrah, Mocosik
- Jumat, 25 Juli 2025 | 11:46 WIB
Kemenag melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah resmi meluncurkan Kursus Bahasa Inggris bagi Guru Madrasah Ibtidaiya (Kemenag)
Kemenag melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah resmi meluncurkan Kursus Bahasa Inggris bagi Guru Madrasah Ibtidaiya (Kemenag)

 

JAKARTA, MOCOSIK.COM – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah resmi meluncurkan Kursus Bahasa Inggris bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Program ini memberikan beasiswa kepada 300 guru MI terpilih dari seluruh Indonesia untuk mengikuti kursus secara daring.

Direktur GTK Madrasah, Thobib Al Asyhar, menyatakan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kompetensi profesional guru MI dalam pengajaran bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris, agar sesuai dengan kurikulum dan kebutuhan peserta didik tingkat dasar.

"Ini adalah bentuk ikhtiar serius kami untuk mempersiapkan guru MI agar mampu mengajar Bahasa Inggris dengan pendekatan yang tepat, menyenangkan, dan berbasis kebutuhan anak,"terang Thobib saat peluncuran program di Jakarta, Jumat (25/7/2025). 

Baca Juga: Kemenag Buka 230 Beasiswa S2 dan S3 Dalam Negeri, Ini Tahapan Seleksinya

Peserta kursus akan mendapatkan pelatihan intensif seputar metode pengajaran keterampilan berbahasa (listening, speaking, reading, writing), pemetaan kebutuhan belajar siswa, kosa kata dan tata bahasa, serta teknik asesmen sesuai tahap perkembangan anak.

Pendaftaran dibuka mulai 24 hingga 31 Juli 2025 melalui laman resmi: (https://s.id/KursusguruMI). Kuota terbatas hanya untuk 300 guru MI.

Thobib menjelaskan, bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat GTK Madrasah dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, melalui Regional English Language Office (RELO), serta organisasi pengajar bahasa Inggris internasional, TESOL.

"Penguatan kualitas guru madrasah tidak bisa dilakukan sendiri. Melibatkan RELO dan TESOL adalah upaya kami menghadirkan pelatihan berstandar global bagi guru MI,"tegasnya.

Kementerian Agama berharap, melalui program ini, ekosistem pembelajaran Bahasa Inggris di madrasah ibtidaiyah semakin maju dan mampu menjawab tantangan globalisasi sejak usia dini.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jagad Hanugrah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X