Bupati Jombang menyebut, hasil Job fit akan menentukan apakah pejabat tetap di Eselon II atau diturunkan jabatannya.
"Kami akan menyikapi ini dengan bijak, tetap berpegang pada etika dan norma,"tambahnya.
Untuk menjamin kredibilitas, tim penguji terdiri dari lima pihak independen, yakni Sekdakab Jombang, perwakilan BKD Jawa Timur, dua akademisi Universitas Brawijaya (UB), serta satu akademisi Universitas Airlangga (Unair).
Warsubi berharap rotasi dan evaluasi ini mampu meningkatkan kapasitas organisasi, sehingga pelayanan publik semakin baik. Ia juga menegaskan sikap keras terhadap praktik curang dalam birokrasi.
"Saya pastikan tidak ada ruang untuk praktik jual beli jabatan di Jombang. Jika ada indikasi, silakan laporkan langsung kepada saya,"tegasnya.***
Artikel Terkait
Pelantikan Perangkat Desa Kedungbetik, Ali Akbar Al Ikhsan Resmi Jabat Kasi Pemerintahan
Mojowarno Gelar Creative Fest 2025 dan Gerakan Pangan Murah Serentak
Dinas Kominfo Jombang Gandeng Mahasiswa ITEBIS PGRI Dewantara, Dorong Partisipasi Publik Lewat SP4N-Lapor!
Pemkab Jombang Gelar Tasyakuran dan Doa Bersama, Umumkan Penurunan PBB-P2 Tahun 2026
Bupati Warsubi dan Kapolres Pimpin Patroli Jogo Bareng Jombang