JAKARTA, MOCOSIK.COM - Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) akan menggelar Santri Film Festival (SANFFEST) 2025, sebuah ajang sinema pesantren berskala nasional dengan tema“Santri Memandang Dunia Melalui Lensa Budaya.”
Festival ini menjadi wadah bagi para santri dari seluruh Indonesia untuk menyalurkan kreativitas, menggali nilai-nilai pesantren, serta menghadirkan perspektif keislaman dan kebangsaan melalui karya film pendek.
SANFFEST 2025 menegaskan bahwa pesantren bukan hanya pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga ruang kebudayaan yang hidup, adaptif, dan dinamis.
Baca Juga: Kemenag dan Kemenkum Tegaskan Pasal 44 UU Zakat Tak Langgar UUD 1945
"Gerakan sinema santri ini adalah bagian dari kebangkitan kebudayaan berbasis nilai Islam dan kearifan lokal. Kami ingin memastikan pesantren turut menjadi pelaku aktif dalam ekosistem perfilman nasional,"ujar Fadhli Sapawie, saat pertemuan di ruang rapat Direktur Pesantren Kemenag, Jakarta, Rabu (29/10/2025).
Kolaborasi lintas kementerian ini menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk memperkuat sinergi antara pendidikan keagamaan dan pengembangan kebudayaan nasional.
Kemenag melalui Direktorat Pesantren berperan dalam fasilitasi jejaring pesantren di seluruh Indonesia serta mendorong munculnya sineas muda dari kalangan santri.
Direktur Pesantren Kemenag, Basnang Said menambahkan, Santri Film Festival menjadi bukti bahwa pesantren kini semakin terbuka terhadap dunia kreatif tanpa kehilangan ruh spiritualitas dan tradisi khasnya.
"Film adalah medium dakwah kultural yang sangat efektif di era digital. Melalui SANFFEST 2025, para santri belajar mengemas nilai-nilai Islam, kearifan lokal, dan pesan kemanusiaan universal dalam bahasa visual yang dapat diterima masyarakat luas,"jelas Basnang.
Rangkaian SANFFEST 2025 dimulai dengan Ta’aruf Film, menghadirkan tokoh nasional seperti Habiburrahman El Shirazy, Deddy Mizwar, Asma Nadia, dan Ustadz Erick Yusuf.
Mereka akan berbagi pandangan tentang nilai-nilai syariat dalam seni perfilman serta praktik produksi film berbasis nilai dan kearifan lokal.
Festival ini juga membuka workshop daring nasional pada 25 Oktober – 9 November 2025, meliputi pelatihan penulisan skenario, penyutradaraan, sinematografi, penyuntingan gambar, dan tata suara.
Hasil karya para peserta akan dikurasi oleh tim profesional dari kalangan sineas, akademisi pesantren, dan praktisi budaya.
Artikel Terkait
Kemenag Buka Pelaksanaan Peserta PPG bagi 269 Ribu Guru, Ini Persyaratannya
Marak Informasi Hoaks Loker Seleksi Petugas Haji di Medsos, Ahmad Fauzin: Waspada, Cek Infonya di Web dan Medsos Kemenag
Siskohat Besutan Ditjen PHU Kemenag Raih Sertifikat SMKI ISO 27001
Tentukan Awal Bulan Puasa, Kemenag Akan Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan 1446 H pada 28 Februari 2025
Program PPG Daljab Guru Binaan Kemenag Mulai Dibuka, Berikut Ketentuan Kelulusan Pesertanya